TUNDUKNYA KAUM JIN DAN SYAITAN KEPADA SYEIKH ABDUL QODIR AL JAILANI RA.

BELIAU RA MEMBEBASKAN SALAH SATU MURIDNYA DARI PERTANYAAN MALAIKAT MUNKAR & NAKIR DIDALAM KUBURNYA
* Manqobah ke 47 : Diriwayatkan bahwa pada masa pemerintahan Nabuyullah Sulaiman 'Alaihis salam, kaum jin dan syaitan selalu menindas manusia, maka Sulaiman as berfikir, "Meskipun kaum jin dan syaitan dibawah kekuasaanku pada masa ini, tetapi mereka masih suka mengganggu ummat manusia, maka bagai manakah keadaan manusia sepeninggalku kelak?".
Allah berfirman kepadanya, "Sesungguhnya AKU menutup kenabian diakhir masa dengan kenabian Muhammad (Rasulullah Saw), setelahnya kelak akan datang anak -cucunya yang bernama 'Abdul Qodir, Semua kelompok jin dan syaitan akan berada dalam kekuasaannya".
Maka Sulaiman as gembiralah hatinya dan bersyukur setelah mendengar Firman Allah itu.
Kemudian Sulaiman as menyuruh membelenggu semua jin dan syaitan serta memenjarakannya di dasar laut.
Lalu beliau as berkata, "Diakhir masa kelak belenggu mereka akan terlepas, tetapi mereka akan tunduk kembali di bawah kekuasaan Raja manusia, jin dan malaikat yaitu Sayyidina Syeikh 'Abdul Qodir al Jailani ra". Hingga kini mereka masih mentaati para Wali dan murid-murid Sayyidina Syeikh 'Abdul Qodir al Jailani ra".
Kemudian Sulaiman as menyuruh membelenggu semua jin dan syaitan serta memenjarakannya di dasar laut.
Lalu beliau as berkata, "Diakhir masa kelak belenggu mereka akan terlepas, tetapi mereka akan tunduk kembali di bawah kekuasaan Raja manusia, jin dan malaikat yaitu Sayyidina Syeikh 'Abdul Qodir al Jailani ra". Hingga kini mereka masih mentaati para Wali dan murid-murid Sayyidina Syeikh 'Abdul Qodir al Jailani ra".
* Manqobah ke 48 : Diriwayatkan bahwa salah satu murid Syeikh 'Abdul Qodir al Jailani yang sangat mencintainya meninggal dunia.
Setelah dimakamkan, maka dua malaikat Munkar & Nakir datang kepadanya untuk bertanya :
Setelah dimakamkan, maka dua malaikat Munkar & Nakir datang kepadanya untuk bertanya :
+ Tanya Munkar & Nakir, " Siapa Tuhanmu, siapa pula Nabimu, dan apa agamamu ?".
+ Jawab si mayyit, "Aku tidak mengetahui kecuali guruku yaitu Syeikh 'Abdul Qodir al Jailani".
+ Maka kedua malaikat itu menjadi bingung, lalu keduanya berkata, "Yaa Allah, Engkau lebih mengetahui apa yang di ucapkan oleh hambaMU ini".
+ Jawab si mayyit, "Aku tidak mengetahui kecuali guruku yaitu Syeikh 'Abdul Qodir al Jailani".
+ Maka kedua malaikat itu menjadi bingung, lalu keduanya berkata, "Yaa Allah, Engkau lebih mengetahui apa yang di ucapkan oleh hambaMU ini".
Maka Allah menyuruh kedua malaikat itu menyiksa orang tersebut.
Ketika kedua malaikat itu akan menyiksanya, maka Syeikh 'Abdul Qodir hadir dan berkata kepadanya, "Kalau ia tidak mengenal Allah, Rasul dan agamanya, tetapi ia mengenalku dan mengikuti tareqatku baik-baik, dan aku mengetahui semua pertanyaan kalian, maka demi aku janganlah kalian menyiksanya".
Ketika kedua malaikat itu akan menyiksanya, maka Syeikh 'Abdul Qodir hadir dan berkata kepadanya, "Kalau ia tidak mengenal Allah, Rasul dan agamanya, tetapi ia mengenalku dan mengikuti tareqatku baik-baik, dan aku mengetahui semua pertanyaan kalian, maka demi aku janganlah kalian menyiksanya".
Kedua malaikat itu berkata, " Yaa Rabbii, Engkau maha mengetahui terhadap Syeikh 'Abdul Qodir KekasihMU dan KesayanganMU, dan apa yang telah Ia ucapkan".
Maka Allah menyuruh kedua malaikat itu agar menyiksa orang tersebut.
Akan tetapi ketika kedua malaikat itu akan melakukan penyiksaan, maka Syeikh 'Abdul Qodir merampas palu godam yang dipegang kedua malaikat itu seraya berkata, "Janganlah kalian mendekatinya, sesungguhnya panasnya api kerinduanku didlam bathinku tidak dapat dismakan dengan apapun, Kalau tidak, Aku akan membakar syurga maupun didalam api neraka".
Akan tetapi ketika kedua malaikat itu akan melakukan penyiksaan, maka Syeikh 'Abdul Qodir merampas palu godam yang dipegang kedua malaikat itu seraya berkata, "Janganlah kalian mendekatinya, sesungguhnya panasnya api kerinduanku didlam bathinku tidak dapat dismakan dengan apapun, Kalau tidak, Aku akan membakar syurga maupun didalam api neraka".
Maka Allah berfirman kepada kedua malaikat itu, "Sesungguhnya AKU telah memberi ampun kepada orang itu dan janganlah engkau menyiksanya, demi untuk menghormatinya".
************************ Khusushon ilaa hadrotii sulthonil 'auliya' al quthbur rubbanii wal haikalis shomadanii sayyidina Syeikh 'Abdul Qodir al Jailani rodliyallaahu anhu, wa 'alaa alihii, wa ahli baitihii, wa Furu'ihii
Al Fatihah .......................
************************ Khusushon ilaa hadrotii sulthonil 'auliya' al quthbur rubbanii wal haikalis shomadanii sayyidina Syeikh 'Abdul Qodir al Jailani rodliyallaahu anhu, wa 'alaa alihii, wa ahli baitihii, wa Furu'ihii
Al Fatihah .......................
--------------------------------------------------------------------------
"ALLOOHUMMANSYUR NAFAHAATIR RIDLWAANI 'ALAIHI, WA AMIDDANAA BIL ASROORIL LATHII AUDA' TAHAA LADAIHI"
(Yaa Allah, hamparkanlah bau harum keridloanMU kepada Kanjeng Syeikh, dan anugerahkanlah kepada kami berkah rahasia kewalian yang Engkau titipkan kepada Kanjeng Syeikh).
"ALLOOHUMMANSYUR NAFAHAATIR RIDLWAANI 'ALAIHI, WA AMIDDANAA BIL ASROORIL LATHII AUDA' TAHAA LADAIHI"
(Yaa Allah, hamparkanlah bau harum keridloanMU kepada Kanjeng Syeikh, dan anugerahkanlah kepada kami berkah rahasia kewalian yang Engkau titipkan kepada Kanjeng Syeikh).
-------------------------------
Referensi
1. Kitab Tafrihul Khaathiir
2. Kitab Jami' Keramat al 'Auliya'
3. Kalam para Sufi
Referensi
1. Kitab Tafrihul Khaathiir
2. Kitab Jami' Keramat al 'Auliya'
3. Kalam para Sufi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar