Translate

Tampilkan postingan dengan label PENGETAHUAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENGETAHUAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 November 2017

Amalan Pelebur Dosa Zina


DENGAN 3 AMALAN INI, DOSA ZINA KITA DI MASA LALU AKAN “DIAMPUNI”… 


Setiap umat muslim sudah mengetahui bahwa perbuatan zina merupakan perbuatan yang termasuk kedalam kategori dosa besar. Allah SWT melarang manusia untuk mendakati zina (apalagi melakukannya). Perbuatan ini akan menyeret manusia kedalam jurang kesesatan.
Seseorang yang melakukan zina akan hina di hadapan Allah SWT dan juga akan hina di mata orang lain. Alangkah baiknya jangan pernah mendekati zina, apalagi sampai melakukannya.
Tidak bisa dipungkiri, sudah sering kita melihat para remaja maupun dewasa sudah dicecoki kehidupan yang modern seperti kebarat-baratan. Zinapun sudah merambat anak usia SMP, SMA hingga kuliah. Kehidupan yang bebas, tidak ada pengawasan orang tua atau didikan yang baik dari orang tua, mereka melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Sudah banyak umat muslim terjerumus kedalam perbuatan ini. Bahkan mereka tidak malu lagi melakukannya di depan orang banyak.
Lantas apakah benar bahwasanya Allah SWT akan mengampuni dosa zina ?
Firman Allah SWT yang artinya: “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.
Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).
Ayat diatas menjelaskan Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa semuanya. Allah SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Hanyalah kepada Allah tempat kita berserah diri, memohon ampunan atas dosa-dosa yang kita lakukan baik yang sengaja, tidak sengaja, sebesar debu hingga dosa seluas lautan.
Setiap manusia sudah berkewajiban untuk memohon ampunan dan bertaubat kepada Allah SWT. Jangan setengah atau main-main dalam memohon ampunan kepada Allah, lakukanlah dengan kesungguhan hati serta keikhlasan hati. Berikut 3 syarat yang harus dipenuhi setiap muslim, Insya Allah dosa zina akan diampuni, amin. Berikut ulasannya :
1. Taubat
Firman Allah SWT yang artinya :“Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya?” (QS. At Taubah: 104).
Sudah kewajiban untuk taubat memohon ampunan kepada Allah jika berbuat dosa. Dari arti ayat diatas Allah menerima taubat hamba-hamba-Nya. Taubatlah dengan sungguh-sungguh dalam hatim dan akan menjauhi perbuatan zina. Orang yang bertaubat tidak akan lagi mengulangi dosa (maksiat) perbuatan zina. Tidak pernah lagi mendekati perbuatan tersebut. Taubatlah dengan taubat Nasuha. Allah akan membukakan pintu maaf bagi setiap hamba yang bersungguh-sungguh kepada-Nya.
2. Menyesal
Firman Allah SWT yang artinya : “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nisa’: 110).
Selain berhenti untuk melakukan dan mendekati perbuatan zina (maksiat lainnya). Seorang hamba yang ingin dosanya terhapus dan dimaafkan oleh Allah SWT, memiliki rasa penyesalan dalam hati atas perbuatan zina tersebut. Karena sangat menyesal, pastinya tidak akan pernah mengulanginya lagi di masa yang akan datang. Dan selalu memohon ampunan dan rahmat dari Allah SWT.
3. Tidak melakukan kemaksiatan lagi
Firman Allah SWT yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.” (QS. An Nisa’: 145-146).
Sudah kewajiban bagi setiap orang yang bersungguh-sungguh memohon ampun dan bertaubat kepada Allah SWT tidak lagi akan mengulangi perbuatan zina (maksiat) yang dilakukannya. Dan senantiasa selalu membenteng diri dari perbuatan-perbuatan maksiat dengan memohon perlindungan dari Allah SWT.
Sahabat renungan Islam, Allah SWT begitu sangat menyayangi hamba-hamba-Nya dan menerima taubat hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Bersegeralah bertaubat, Jangan menunda-nunda untuk bertaubat dan jangan pernah berputus asa. Firman Allah SWT yang artinya : “Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).
Dengan kesungguhan hati, penyesalan yang mendalam serta ikhlas bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Insya Allah akan diampuni. Amin

Sabtu, 26 Agustus 2017

Ahlu Sunnah Wal Jama'ah

AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH

Bag. ke 12 : DOKTRIN ASWAJA
Berdirinya suatu negara merupakan suatu keharusan dalam suatu komunitas umat (Islam). Negara tersebut dimaksudkan untuk mengayomi kehidupan umat, melayani mereka serta menjaga kemaslahatan bersama (maslahah musytarakah). Keharusan ini bagi faham Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) hanyalah sebatas kewajiban fakultatif (fardhu kifayah) saja, sehingga (sebagaimana mengurus jenazah) jika sebagian orang sudah mengurus berdirinya negara, maka gugurlah kewajiban lainnya.
Oleh karena itu, konsep berdirinya negara (imamah) dalam Aswaja tidaklah termasuk salah satu pilar (rukun) keimanan sebagaimana yang di yakini oleh Syi'ah. Namun, Aswaja juga tidak membiarkan yang diakui oleh umat (rakyat). Hal ini berbeda dengan Khawarij yang membolehkan komunitas umat Islam tanpa adanya seorang Imam apabila umat itu sudah bisa mengatur dirinya sendiri.
Aswaja tidak memiliki patokan yang baku tentang negara. Suatu negara diberi kebebasan menentukan bentuk pemerintahannya, bisa demokrasi, kerajaan, teokrasi ataupun bentuk yang lainnya. Aswaja hanya memberikan kriteria (syarat-syarat) yang harus dipenuhi oleh suatu negara. Sepanjang persyaratan tegaknya negara tersebut terpenuhi, maka negara tersebut bisa diterima sebagai pemerintahan yang sah dengan tidak mempedulikan bentuk negara tersebut. Sebaliknya, meskipun suatu negara memakai bendera Islam, tetapi di dalamnya terjadi banyak penyimpangan dan penyelewengan serta menginjak-injak sistem pemerintahan yang berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, maka praktik semacam itu tidaklah dibenarkan dalam Aswaja.
Persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu negara tersebut adalah :
a. PRINSIP SYURA (MUSYAWARAH)
Prinsip ini didasarkan pada firman Allah QS asy-Syura 42: 36-39:
36. Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan Hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal.
37. Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan- perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.
38. Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka.
39. Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.
Menurut ayat di atas, syura merupakan ajaran yang setara dengan iman kepada Allah (iman billah), tawakal, menghindari dosa-dosa besar (ijtinabul kaba'ir), memberi ma'af setelah marah, memenuhi titah ilahi, mendirikan shalat, memberikan sedekah, dan sebagainya. Seakan¬-akan musyawa-rah merupakan suatu bagian integral dan hakekat Iman dan Islam.
b. AL-'ADL (KEADILAN)
Menegakkan keadilan merupakan suatu keharusan dalam Islam terutama bagi penguasa (wulat) dan para pemimpin pemerintahan (hukkam) terhadap rakyat dan umat yang dipimpin. Hal ini didasarkan kepada QS An-Nisa' 4:58
"Sesungguhnya Allah meyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanyaa dan menyuruh kamu apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha melihat".
c. AL-HURRIYYAH (KEBEBASAN)
Kebebasan dimaksudkan sebagai suatu jaminan bagi rakyat (umat) agar dapat melakukan hak-hak mereka. Hak¬hak tersebut dalam syari'at dikemas dalam al-Ushul al¬Khams (lima prinsip pokok) yang menjadi kebutuhan primer (dharuri) bagi setiap insan. Kelima prinsip tersebut adalah :
a) HIFZHUN NAFS, yaitu jaminan atas jiwa (kehidupan) yang dirniliki warga negara (rakyat).
b) HIFZHUD DIN, yaitu jaminan kepada warga negara untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya.
c) HIFZHUL MAL, yaitu jaminan terhadap keselamatan harta benda yang dirniliki oleh warga negara.
d) HIFZHUN NASL, yaitu jaminan terhadap asal-usul, identitas, garis keturunan setiap warga negara.
e) HIFZHUL 'LRDH, yaitu jaminan terhadap harga diri, kehormatan, profesi, pekerjaan ataupun kedudukan setiap warga negara.
Kelima prinsip di atas beserta uraian derivatifnya dalam era sekarang ini lebih menyerupai Hak Asasi Manusia (HAM).
d. AL-MUSAWAH (KESETARAAN DERAJAT)
Semua warga negara haruslah mendapat perlakuan yang sama. Semua warga negara memiliki kewajiban dan hak yang sama pula. Sistem kasta atau pemihakan terhadap golongan, ras, jenis kelamin atau pemeluk agama tetlentu tidaklah dibenarkan. Dari beberapa syarat tersebut tidaklah terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa sebenarnya sistem pemerintahan yang mendekati kriteria di atas adalah sistem demokrasi. Demokrasi yang dimaksud adalah sistem pemerintahan yang bertumpu kepada kedaulatan rakyat. Jadi kekuasaan negara sepenuhnya berada di tangan rakyat (civil sociery) sebagai amanat dari Allah.
Harus kita akui, bahwa istilah "demokrasi" tidak pemah dijumpai dalam bahasa Al-Qur’an maupun wacana hukum Islam klasik. Istilah tersebut diadopsi dari para negarawan di Eropa. Namun, harus diakui bahwa nilai¬-nilai yang terkandung di dalamnya banyak menyerupai prinsip-prinsip yang harus ditegakkan dalam berbangsa dan bernegara menurut Aswaja.
Dalam era globalisasi di mana kondisi percaturan politik dan kehidupan umat manusia banyak mengalami perubahan yang mendasar, misalnya kalau dulu dikenal komunitas kabilah, saat ini sudah tidak dikenallagi bahkan kondisi umat manusia sudah menjadi "perkampungan dunia", maka demokrasi harus dapat ditegakkan.
Pada masa lalu banyak banyak ditemui ghanimah (harta rampasan perang) sebagai suatu perekonomian negara. Sedangkan pada saat ini sistem perekonomian tersebut sudah tidak dikenal lagi. Perekonomian negara banyak diambil dari pajak dan pungutan lainnya. Begitu pula jika pada tempo dulu aqidah merupakan sentral kekuatan pemikiran, maka saat ini aqidah bukanlah merupakan satu¬satunya sumber pijakan. Umat sudah banyak berubah kepada pemahaman aqidah yang bersifat plural. Dengan demikian, pemekaran pemikiran umat Islam haruslah tidak dianggap sebagai sesuatu hal yang remeh dan enteng, jika umat Islam tidak ingin tertinggal oleh bangsa-bangsa di muka bumi ini. Tentu hal ini mengundang konsekuensi yang mendasar bagi umat Islam sebab pemekaran tersebut pasti banyak mengubah wacana pemikiran yang sudah ada (salaf/klasik) dan umat Islam harus secara dewasa menerima transformasi tersebut sepanjang tidak bertabrakan dengan hal-hal yang sudah paten (qath'iy). Sebagai contoh, dalam kehidupan bemegara (baca: demokrasi), umat Islam harus dapat menerima seorang pemimpin (presiden) dari kalangan non-muslim atau wanita.
Al Faqir al Bangkalany al Madury..

Mengapa Cara Bertanya

Foto Alhikmah.
MENGAPA ORANG BAIK SERING TERSAKITI?
Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain. Dalam ruang kebahagiaannya, ia tak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya sedikit.

*MENGAPA ORANG BAIK KERAP TERTIPU?
Karena orang baik selalu memandang orang lain tulus seperti dirinya. Ia tak menyisakan sedikitpun prasangka bahwa orang yang ia pandang penyayang mampu mengkhianatinya.

*MENGAPA ORANG BAIK ACAP DINISTA?
Karena orang baik tak pernah mau membalas. Ia hanya menerima, meski bukan dia yang memulai perkara.

*MENGAPA ORANG BAIK SERING MENETESKAN AIR MATA?
Karena orang baik tak ingin membagi kesedihannya. Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya, dan percaya bahwa suatu masa Allah SWT akan mengganti kesabarannya.

MENGAPA ORANG BAIK TAK PERNAH MEMBENCI YANG MELUKAINYA?
Karena orang baik selalu memandang bahwa di atas semua, Allah-lah hakikatnya. Jika Allah menggiringnya, bagaimana ia akan mendebat kehendak-NYA itu sebabnya orang baik tak memiliki lemari dendam dalam kalbunya…
Jika kau buka laci- laci di hatinya, akan kau temukan hanya Cinta yang dimilikinya.
Mudah -mudahan kita semua termasuk orang baik
Aamiin allahumma aamiin

Suka Mikir

SAYA PIKIR
Foto Alhikmah.
Bagi yang suka banyak mikir..
Saya pikir, hidup itu harus banyak meminta.
~ternyata harus banyak memberi.
Saya pikir, sayalah orang yang paling hebat.
~ternyata ada langit diatas langit.
Saya pikir, kegagalan itu final.
~ternyata hanyalah sukses yang tertunda.
Saya pikir, sukses itu harus kerja keras.
~ternyata harus kerja pintar, ikhlas dan berdoa
Saya pikir, kunci surga ada di langit.
~ternyata ada di perilaku dan hatiku.
Saya pikir, Tuhan selalu mengabulkan setiap doa dan permintaanku.
~ternyata Tuha hanya memberikan yang kita perlukan, bukan yang inginkan.
Saya pikir, makhluk yang paling bisa bertahan hidup adalah yang paling pintar, atau yang paling kuat.
~ternyata yang paling cepat merespon perubahan, hidup sabar,bersyukur dan beramal.
Saya pikir, keberhasilan itu karena keturunan.
~ ternyata karena ketekunan dan keuletan dan kerja pintar.
Saya pikir, kecantikan luar yang paling menarik.
~ ternyata inner beauty yang lebih menawan.
Saya pikir, kebahagian itu ketika menegok ke atas dan senang-senang.
~ternyata ketika melihat ke bawah, lihatlah orang yang ada dibawa anda dalam urusan dunia.
Saya pikir, usia manusia itu di ukur dari bulan dan tahun.
~ternyata dihitung dari apa yang telah dilakukannya kepada orang lain dan perbuatan amal nya.
Saya pikir, yang paling berharga itu uang emas permata.
~ternyata yang paling mahal itu kesehatan dan nama baik.
Semoga menjadi penenang pikiran kita di hari minggu.
Salam..

Abu Yazid AL Busthami (874.M )

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,,,



Ucapan yang Ganjil
Abu Yazid AlBusthami (w.874 M) adalah salah seorang yang sering berkata ganjil, maka beragam penilaian orang terhadapnya sampai ada yang memandang beliau kafir.
Diantara ucapan2 ganjil adalah :

لااله الا انا فاعبدني                     Tidak ada Tuhan melainkan saya
سبحاني, سبحاني , ما اعظم شاءني  Maha Suci Aku, Maha Suci Aku, Maha Besar Aku

Selanjutnya diceritakan sebagai berikut : 
Seorang lewat dirumah Abu Yazid dan mengetuk pintunya.

Abu Yazid bertanya : 'Siapa yang engkau cari ? 

Jawab orang itu : Abu Yazid.

Abu Yazid mengatakan; "Pergilah", dirumah ini tidak ada Abu Yazid kecualli Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Tinggi

Bagi orang2 yang toleran ucapan2 itu dipandang sebagai penyelewengan (inhiraf), sedangkan bagi orang yang keras berpegang pada agama, ucapan2 itu dipandang sebagai kekufuran.
Ulama Sufi memandang bahwa ucapan2nya itu bukanlah keluar dari Abu Yazid, bukanlah kata2nya sendiri tetapi kata2 nya itu diucapkan melalui diri Tuhan dalam ittihad yang dicapainya dengan Tuhan.
Kemudian ulama menghukumkan orang yang berkata seperti itu
"Ketika seseorang dengan sadar dengan ucapan2 seperti itu bahwa orang tersebut dihukumkan sebagai orang yang kafir"
Berbeda dengan Yazid AlBushtami bahwa beliau telah fana' dirinya, dan telah menyatu dengan yang Baqo" Jadi Abu Yazid bukan yang berkata, karena dirinya telah menyatu denagan Tuhan, maka pantas saja Imam ALGhazali dan Syech Abdul Qadir Jaelany amat memluyakannya dan mengakui ketinggian maqomnya disisi Alla AZZA wajalla.

Coba kita simak salah satu ucapan beliau :
" Kalau kamu lihat seseorang sanggup melakukan pekerjaan-pekerjaan keramat yang besar-besar, walaupun dia sanggup terbang diudara.
Maka janganlah kamu tertipu, sebelum kamu lihat bagaimana dia mengikuti perintah syari'at dan menjauhi batas-batas yang dilarang syari'at".


Sabda Baginda Rosululloh Tentang Karafat, Derajat, Penyelamat, Muhlikat

3 KAFARAT 3 DERAJAT, 3 PENYELAMAT dan 3 MUHLIKAT

Anas bin Malik ra menuturkan, bahwa Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ada tiga kafarat, tiga derajat, tiga penyelamat dan tiga muhlikat.
3 KAFARAT (penebus dosa) adalah:
-menyempurnakan wudhu pada saat cuaca amat dingin
-menunggu waktu-waktu shalat
-dan melangkahkan kaki ke masjid untuk shalat berjamaah.
3 DERAJAT adalah:
-memberi makan (orang lemah dan lapar),
-menebarkan salam
-dan mendirikan shalat malam saat kebanyakan manusia tidur terlelap.
3 PENYELAMAT (munjiyat) adalah:
-berlaku adil dalam keadaan marah ataupun ridha,
-bersikap wajar dalam keadaan kaya ataupun fakir
-serta takut kepada Allah SWT dalam keadaan sepi maupun ramai.
3 MUHLIKAT (penghancur) adalah:
-sifat kikir yang ditaati,
-hawa nafsu yang diikuti
-dan takjub terhadap diri sendiri
(Al-Bazzar, Musnad al-Bazzar, II/290). 

MASYA ALLAH...
Semoga yang mengucapkan Aamiin dan, yang Membagikan mendapat pasangan yang setia, sholeh/sholehah dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, serta kelak dimasukkan ke dalam surga yang terindah. Aamiin

(“Jika kita telah mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini, jangan lupa membagikannya kepada orang lain agar orang lain merasakan juga keajaiban dalam hidup mereka”)
Wassalam,

Membelah Lautan






وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَحْجُورًا                         


Foto Alhikmah.                                       


Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.
( Al furqan : 53 )


Laki-Laki Untuk Dunia Dan Akherat

kisah ini patut kita contoh
Foto Alhikmah.
semoga bermanfaat amiiin,,,,,,
Untuk Seorang Muslim, pastinya begitu membutuhkan sekali Sosok seorang Imam. Sebagai pemimpin dalam shalat, rumah tangga, maupun sebagai tauladan Kita.
Tetapi tidak kebanyakan orang bisa menajdi seorang Imam.
Karena untuk jadi Imam ada syarat dan ketetapan yang perlu dipenuhi.
syarat jadi imam shalat Seperti yang tercatat Dalam kitab Fiqh al-Islami wa Adillatuhu yang ditulis oleh Syaikh Wahbah Al-Zuhaili, di sana tercatat kalau ada 9 (sembilan) syarat paling utama untuk jadi seseorang imam dalam shalat, yaitu :
1- Islam
2- Berakal
3- Baligh (mumayyiz)
4- Lelaki
5- Suci dari hadas
6-Bagus bacaan dan rukun-nya
7- Bukanlah makmum (disetujui 3 mazhab)
8- Selamat, sehat (tidak sakit), tidak uzur
9- Lidahnya fasih, bisa mengatakan bahasa Arab dengan tepat.
Disuatu saat, dalam satu pertemuan, dan terdengar suara adzan yang Bergema. Waktu itu setiap muslim harus menggerakkan Shalat.
Dalam kondisi itu, setiap orang yang ada dalam pertemuan penuhi 9 syarat yang sudah dijelaskan di Atas.
Bagaimana cara memastikan siapa yang baik dan lebih layak jadi Imam Shalat yaitu (harus dipenuhi dengan cara berurutan) :
- Wali (pemimpin)
- Imam ratib (yang diangkat oleh wali)
- Orang yang paling mengerti tentang fiqih
- Orang yang paling banyak hafalan dan bagus bacaannya
- Orang yang paling wara’
Di zaman Rasulullah,
- Orang yang terlebih dulu hijrah
- Lebih dulu masuk Islam
- Nasabnya baik
- Perjalanan hidupnya lebih baik
- Lebih bersih bajunya
- Tubuhnya bersih
- Mempunyai kepakaran
- Suaranya bagus
- Lebih tampan
- Telah menikah.

Demikianlah ketetapan Untuk menajadi Imam Shalat yang dituliskan dalam Kitab Fiqih karya Syaikh Wahbah Al-Zuhaili. Semoga artikel ini berguna, tidak lagi ada kesalahan dalam pilih Siapa yang pantas jadi Imam Shalat.

Darah Ajaib

DARAH YANG AJAIB
Berikut fakta mengagumkan dari darah kita....
1). Apabila Gelas diisi air putih, ditetesi darah segar (manusia), maka air berubah menjadi merah karena darah tercampur rata tanpa diaduk.
● Kesimpulan:
Air putih itu sangat baik untuk tubuh/darah kita.
2). Gelas diisi air garam, ditetesi darah segar, diaduk. Tetap tidak tercampur dengan baik/rata, terlihat darah menggumpal kecil-kecil dan kental.
● Kesimpulan:
Terlalu banyak makan garam, darah jadi kental, menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah, jantung harus bekerja lebih keras memompanya.
Bisa berakibat darah tinggi dan stroke.
3). Gelas diisi minyak, ditetesi darah. Tidak mau bercampur dan menggumpal besar.
● Kesimpulan:
Terlalu banyak makan makanan berminyak tidak baik, kolesterol menyumbat pembuluh darah yang mengalir ke jantung, menyebabkan penyakit jantung yang amat riskan kematian karena bisa tiba-tiba anfal dan tidak tertolong.
4). Gelas diisi alkohol, ditetesi darah. Langsung bercampur, tapi lama-lama darah berubah warna menjadi coklat, berarti darah menjadi rusak.
Klik "bagikan" maka anda akan mendapat saham kebaikan karena telah ikut menyampaikan informasi berharga ini untuk orang lain
Semoga bermanfaat untuk kesehatan tubuh dengan menjaga pola makanan setiap hari...
Tetap jaga kesehatan.

Lima Hal Cara Membebaskan Dari Hukum Maksiat Didunia Dan Akherat

Anda Akan di Bebaskan Berbuat Maksiat Jika Mampu Penuhi 5 Syarat Ini
Foto Alhikmah.
Islam memiliki pedoman hidup, yakni Al-Qur’an dan hadits.
Di dalamnya terdapat ketentuan yang menjelaskan mengenai apa saja amalan baik dan apa saja amalan buruk. Tentunnya Allah telah melarang kita untuk bermaksiat.
Tapi terdapat syarat bebas bermaksiat asal memenuhi 5 syarat ini.
Simaklah 5 hal yang harus dipenuhi tersebut.
Pada suatu hari, ada seorang laki-laki yang datang kepada Ibrahim bin Adham untuk menceritakan masalah yang sedang ia hadapi.
Ia menjelaskan bahwa setiap kali ia ingin bertaubat, maka pada saat itu pula ia ingin kembali berbuat maksiat. Oleh karena itu, ia meminta nasihat dari Imam agar ia dapat berhenti berbuat maksiat.
Kemudian Imam memberikan nasihat bahwa orang tersebut diperbolehkan berbuat maksiat jika memenuhi 5 syarat ini.
Syarat diperbolehkannya bermaksiat tersebut adalah:
1. Janganlah memakan rezeki Allah.
Allah adalah Maha Penyayang. Dia akan memberikan rezeki-Nya bagi siapa saja yang ia kehendaki.
Tidak ada orang yang luput dari rezeki Allah. Mereka hidup dari rezeki yang Allah berikan padanya. Oleh karena itu, mustahil jika seseorang bisa hidup tanpa rezeki dari Allah.
Hal ini berarti kita harus memiliki rasa malu, dilain sisi kita memakan rezeki yang Allah berikan, tetapi kita justru berbuat maksiat kepada-Nya.
Meskipun Allah tidak meminta kita hal itu, tapi kitalah yang butuh kebaikan Allah, kita yang butuh rezeki dari Allah. Lalu bagaimana mungkin kita bisa berbuat jahat pada Allah yang telah memberikan segalanya untuk kita.
2. Bermaksiat di luar bumi.
Pastinya kita tahu bahwa kita tidak akan bisa berbuat maksiat di luar bumi. Bagaimana caranya kita bisa melakukan hal tersebut di tempat yang sangat sulit untuk dijangkau oleh manusia. Oleh karena itu, kita malu ketika ingin berbuat maksiat di bumi Allah.
Allah telah memberikan kehidupan di dunia, maka kita harus memiliki rasa malu sebelum berbuat maksiat di bumi Allah ini. Sehingga kita tidak akan memenuhi syarat untuk bisa bermaksiat.
3. Apabila datang malaikat Zabaniah, maka katakanlah jika kau tidak ingin pergi bersamanya.
Allah telah menetapkan hukuman atau ketentuan bagi amalan yang kita lakukan di dunia. Apabila kita lebih banyak berbuat maksiat, maka neraka lah tempat kembali bagi kita. Tapi, jika kita senantiasa berbuat baik, maka surga lah tempat kembali untuk kita.
Inilah hadits mengenai orang bermaksiat. Oleh karena itu, mustahil jika seseorang yang berbuat maksiat tidak dimasukkan ke dalam neraka.
4. Bermaksiatlah di tempat yang tidak terlihat oleh Allah.
Segala kejadian atau peristiwa yang ada di dunia ini, Allah pasti mengetahuinya. Meskipun mereka telah menyembunyikan hingga jauh, tapi Allah tetaplah mengetahuinya. Jangankan apa yang tampak dengan mata, apa yang ada di hati kita, Allah sudah mengetahuinya. Maka mustahil jika kita berbuat tanpa diketahui oleh Allah. Seharusnya kita malu karena di saat Allah bersama kita, kita justru berbuat maksiat pada-Nya.
5. Apabila datang malaikat maut, maka katakanlah untuk jangan mencabut nyawa.
Setiap orang pasti mengalami mati.
Pada suatu masa, seseorang akan dijemput oleh malaikat maut untuk diambil nyawanya dan tidak ada satu pun orang yang bisa terhindar dari takdir ini. Maka dari itu, mustahil rasanya jika kita menolak takdir tersebut. Oleh karenanya, kita harus malu apabila kita dijemput oleh malaikat maut ketika berbuat maksiat sehingga syarat berbuat maksiat tidak akan terpenuhi.

Tujuh Kebahagiaan Didunia

Menurut IBNU ABBAS RA,
ada 7 (tujuh) tanda kebahagiaan di dunia yaitu :

1). QOLBUN SYAKIRUN, hati yg selalu bersyukur,
Artinya selalu merasa xcukup (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yg berlebihan & menerima apa adanya, inilah nikmat bagi hati yg selalu bersyukur.

2). AL-AZWAJU SHALIHAH, yaitu pasangan hidup yang saleh/saleha.
Pasangan hidup yg saleh/saleha menciptakan suasana rumah dan keluarga yg sakinah.

3). AL-AULADUL ABRAR, yaitu anak yg saleh/saleha
Do'a anak yg saleh/saleha kepada orang tuanya dikabulkan Allah dan berbahagialah orang tua yg memiliki anak saleh/salehah.

4). AL-BIATU SHOLIHAH, yaitu lingkungan yg baik untuk iman kita.
Rasulullah menganjurkan utk selalu bergaul dgn orang2 saleh/ saleha yg selalu mengajak kepada kebaikan & mengingatkan bila kita salah.

5). AL-MALUL HALAL, atau harta yang halal.
Bukan banyaknya harta, tapi halalnya harta yg dimiliki. Harta yg halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dlm hidup. Berbahagialah orang yg selalu dgn teliti menjaga kehalalan hartanya.

6). TAFAKUH FID-DIEN, atau semangat utk memahami agama.
Dengan belajar ilmu agama, akan semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah & RasulNya. Cinta inilah yg memberi cahaya bagi hati.

7). UMUR YANG BAROKAH.
Artinya umur yg semakin tua semakin barokah, hidupnya semakin bertaqwa, setiap detiknya diisi dgn amal ibadah. Semakin tua semakin rindu utk bertemu dgn Allah. Inilah semangat hidup orang2 yg barokah umurnya.
Wallahu'Alam ..



Tiga Hikmah Ketika Tertima Musibah Atau Ujian

Ada 3 hikmah yang dapat kita ambil pelajaran apabila kita ditimpa musibah atau ujian hidup:

1. Berdasarkan hadits Nabi SAW yang berbunyi,
“Sungguh, besarnya pahala bersamaan dengan besarnya cobaan. Apabila Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang rela, maka baginya ridha-Nya, dan barang siapa yang benci, maka ia akan mendapatkan kebencian-Nya.” (HR. At Tirmidzi).
Maka hal ini menandakan bahwa setiap ujian yang diterima manusia adalah sebagai wujud kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya. Logikanya, seseorang yang menyanyangi orang lain itu akan sering memperhatikan orang yang disayanginya, pun dengan Allah kepada hamba-Nya, dengan datangnya ujian berarti Allah sedang memperhatikan diri kita dan bentuk perhatian inilah sebagai salah satu ciri bahwa Allah sayang dan cinta kepada hamba-Nya yang ditimpa musibah.
2. Dengan adanya ujian hidup membuat diri kita semakin bersabar.
Sebagaimana dalam firman Allah SWT :
“Adakah kalian mau bersabar?”. (QS. Al Furqon : 20).
Artinya bahwa Allah memberikan ujian itu ingin melatih kebiasaan kita agar belajar bersabar. Logikanya, dengan seringnya datang ujian meski awalnya sulit namun karena sudah terbiasa maka seiring berjalannya waktu kesulitan itu kan sirnah bahkan kita pun akan terbiasa menyelesaikan ujian-ujian yang datang kepada diri kita. Sehingga tentunya Allah membuat ujian hidup semata-mata ingin menaikan derajat hamba-Nya agar mencapai derajat sabar.
3. Melatih kita untuk belajar bersyukur.
Hal ini seperti dijelaskan dalam firman Allah SWT :
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7).
Wallahu’alam

Filosofi Jawa

FILOSOFI JAWA
Filosofi bilangan dalam jawa. Dalam bahasa Indonesia :
21 Dua Puluh Satu,
22 Dua Puluh Dua,...s/d
29 Dua Puluh Sembilan.
Dalam bahasa Jawa tidak diberi nama Rongpuluh Siji,
Rongpuluh Loro, dst; melainkan ( Selikur, Rolikur, s/d Songo Likur).
Di sini terdapat satuan LIKUR
Yang merupakan kependekan dari (LI-ngguh KUR-si), artinya duduk di kursi.
Pada usia 21-29 itulah pada umumnya manusia mendapatkan
“TEMPAT DUDUKNYA”, pekerjaannya, profesi yang akan ditekuni dalam kehidupannya.
# Ada penyimpangan pada bilangan 25, tidak disebut sebagai LIMANG LIKUR, melainkan SELAWE.
*SELAWE* = (SE-neng-SE-nenge LA-nang lan WEdok).
Puncak asmaranya laki-laki dan perempuan, yang ditandai oleh pernikahan.
Maka pada usia tersebut pada umumnya orang menikah (dadi manten).
# Ada penyimpangan lagi nanti pada bilangan 50.
Setelah Sepuluh, Rongpuluh,
Telung Puluh, Patang puluh,
mestinya Limang Puluh.
Tapi 50 diucapkan menjadi SEKET.
*SEKET* = (SE-neng KET-hunan : suka memakai Kethu/tutup kepala topi/kopiah).
Tanda usia semakin lanjut, tutup kepala bisa untuk menutup botak atau rambut yg memutih karena semirnya habis...
Di sisi lain bisa juga Kopiah atau tutup kepala melambangkan orang yang seharusnya sudah lebih taat beribadah...!
Pada usia 50 th mestinya seseorang seharusnya lebih memperbanyak ibadahnya dan lebih berbagi untuk bekal memasuki kehidupan akherat yang kekal dan abadi...!.
# Dan kemudian masih ada satu bilangan lagi, yaitu 60, yang namanya menyimpang dari pola, bukan Enem Puluh melainkan SEWIDAK atau SUWIDAK.
*SEWIDAK* =
(SE-jatine WI-s W-ayahe t-I-n-DAK).
Artinya : sesungguhnya sudah saatnya pergi.
Sudah matang...
Harus sudah siap dipanggil menghadap Tuhan..
Semoga bermanfaat smoga tetap sehat semangat walau meh SWIDAK
Yang merasa sewidak punjuL tidak boleh complain....
SambiL nutup kamus bahasa jawa.....
Yang gak bisa bahasa jawa jangan nangis....
#--ELING Lan WASPODO--#
Selamat istirahat sodaraku
Foto Alhikmah.

Kembali Ketanah Asal Dari Dunia Ke Akherat

KEMBALI KETANAH ASAL
ALLAH Yang Maha Esa Maha Raja Seluruh Alam
Kejadian bathin:
Mana kejadian anak Adam Yang bathin ?
1. Wujud
2. Ilmu
3. Nur
4. Syuhud
Apa arti wujud,ilmu,nur,syuhud ?
Arti wujud Zat Allah
Arti ilmu Sifat Allah
Arti Nur Asma Allah
Arti syuhud af'al Allah atau perbuatan Allah
Zat itu jadi apa pada kita ?
Sifat itu jadi apa pada kita ?
Af'al itu jadi apa pada kita ?
Asma' itu jadi apa pada kita ?
Zat itu rahsia pada kita
Sifat itu nyawa pada kita
Af'al itu tubuh pada kita
Asama itu hati pada kita
Arifbillah
Orang yang mengetahui Tuhan
Orang yang tahu dengan Tuhan ialah orang yang tahu dengan dirinya dan tahu akan:
1. Asma' Allah
2. Af'al Allah
3. Sifat Allah
4. Zat Allah
Dan fahu akan lahir, bathin, baik, jahat, tidak suka kalau ia dipuji, tiada duka kalau ia dicela.
Siapa orang yang barilmu ?
Orang berilmu ialah orang yang tahu akan baik, jahat,lahir, bathin, awal, akhir, halal, haram, rukun, syarat, sah, dan bathal.
Misal misal, umpama umpama
Untuk mendekatkan faham
Bahwa Allah meliputi sekalian Alam
Al Qur'an
Allah Zat Yang Maha Esa meliputi sekalian alam
Untuk mendekatkan faham bagaimana yang dikatakan
Bahwa Allah Zat Yang Maha Esa meliputi seluruh alam yaitu:
Mari kita lihat laut, ombak, dan buih.
Laut, ombak, dan buih itu tempat menyatakan air jua,
tiada yang ada hanya semata mata air.
Maka tatkala bergeraklah air itu dinamakan ia ombak.
Tatkala ombak itu bergulung gulung ditiup angin, kelihatanlah ombak itu seperti buih seolah olah bunga air.
Maka tatkala luaslah gerak ombak buih itu air juga semata mata.
Kalau tidak ada air tidak akan ada buih
Kalau tidak air tidak akan ada ombak
Kalau tidak air tidak akan ada lautan
Air itulah yang meliputi laut ombak dan buih
Jika air tidak bergerak gerak dan tidak berbuih dan jika tidak pula air itu bertempat pada tempat yang luas tidaklah akan ada lautan.
Air itulah yang meliputi laut, ombak, dan buih, maka apa yang ada tidak lain ialah air semata mata.
Kira kira demikian misal untuk mendekatkan faham, Bahwa Allah Zat Yang Maha Esa meliputi tiap tiap sesuatu, yaitu meliputi seluruh alam. Tegasnya seluruh semesta alam diliputi oleh Sifat Ketuhanan Yang Maha Esa
Lihat sehelai kain
Kain itu terdiri dari benang
Benang itu terdiri dari kapas
Kalau tidak ada kapas benangpun tidak ada.
Kalau tidak ada benang kainpun tidak ada
Mengenai diri batu loncatan atau tangga untuk mengenal Allah
Berapa macam diri itu?
Diri itu tiga macam
1. Diri yang sebenar diri
2. Diri yang terperi
3. Diri yang terdiri
Sebenar diri itu keadaan kapas
Diri terperi keadaan benang
Diri terdiri keadaan kain.
Kain umpama Adam
Benang umpama Muhammad
Allah umpama kapas, untuk mendekatkan paham yakni Allah meliputi Muhammad dan Adam
Adam diri terdiri
Muhammad diri terperi
Allah meliputi sebenar benar diri
Ini adalah semata mata untuk mendekatkan paham saja, pada hakikatnya Allah yang tahu
Umpama misal,
Zat Allah itu rahsia diri kita
Sifat Allah itu rahsia nyawa kita
Af'al Allah itu rahsia tubuh kita
Asma' Allah itu rahsia hati kita
Jalan mencari Allah dalam tubuh kita ada 4 macam:
1 syariat
2 Tharikat
3 Hakikat
4 Ma'rifat
Syariat itu apa kepada Rasulullah ?
Tharikat itu apa kepada Rasulullah ?
Hakikat itu apa kepada Rasulullah ?
Ma'rifat itu apa kepada Rasulullah ?
Syariat itu beberapa kata Rasulullah
Tharikat itu beberapa fiil (pekerjaan) Rasulullah
Hakikat itu beberapa kelakuan Rasulillah
Ma'rifat itu kepala harta Rasulullah
Sabda Nabi Muhammad SAW
Syariat itu perbuatanku
Tharikat itu beberapa perbuatanku
Hakikat itu beberapa kelakuanku
Ma'rifat itu kepala hartaku
Syariat, tharikat, hakikat dan ma'rifat itu tidak dapat diceraikan satu sama lainnya, Jika dipisahkan binasalah islamnya, begitu pula iman, islam, tuhid dan ma'rifat tidak boleh dipercerai beraikan
Satu tertinggal semua tak dapat.

Spiritual Tanda Pencapaian Neng, Ning,Nung,Nang



                    

                          TANDA-TANDA PENCAPAIAN NENG, NING, NUNG, NANG





TINGKAT 1 (Neng; sembah raga)
Jumeneng; menjalankan “syariat”.
Namun makna syariat di sini mempunyai dimensi luas. Yakni dimensi “vertikal” individual kepada Tuhan, maupun dimensi sosial “horisontal” kepada sesama makhluk.
Neng, pada hakekatnya sebatas melatih dan membiasakan diri melakukan perbuatan yang baik dan bermanfaat untuk diri pribadi, dan lebih utama untuk sesama tanpa pilih kasih.
Misalnya seseorang melaksanakan sembahyang dan manembah kepada Tuhan dengan cara sebanyak nafasnya, guna membangun sikap eling dan waspadha.
Neng adalah tingkat dasar, barulah setara “sembah raga” misalnya menyucikan diri dengan air, mencuci badan dengan cara mandi, wudlu, gosok gigi, upacara jamasan, tradisi siraman dsb.
Termasuk mencuci pakaian dan tempat tinggal.
Orang dalam tingkat “neng”, menyebut dan “menyaksikan” Tuhan barulah melalui pernyataan dan ucapan mulut saja.
Kebaikan masih dalam rangka MELATIH diri mengendalikan hawa nafsu negatif, dengan bermacam cara misalnya puasa, semadi, bertapa, mengulang-ulang menyebut nama Tuhan dll.
Melatih diri mengendalikan hawa nafsu agar bersifat positif dengan cara misalnya sedekah, amal jariah, zakat, gotong royong, peduli kasih, kepedulian sosial dll. Melatih diri untuk menghargai dan mengormati leluhur, dengan cara ziarah kubur, pergi haji, mengunjungi situs-situs sejarah, belajar dan memahami sejarah, dst.
Melatih diri menghargai dan menjaga alam semesta sebagai anugrah Tuhan, dengan cara upacara-upacara ritual, ruwatan bumi, larung sesaji, dst.
Tahapan ini dilakukan oleh raga kita, namun BELUM TENTU melibatkan HATI dan BATIN kita secara benar dan tepat.
Kehidupan sehari-harinya dalam rangka latihan menggapai tataran lebih tinggi, artinya harus berbuat apa saja yg bukan perbuatan melawan rumus Tuhan.
Tidak hanya berteori, kata kitab, kata buku, menurut pasal, menurut ayat dst.
Namun berusaha dimanifestasikan dalam perilaku dan perbuatan kehidupan sehari-hari.
Perbuatannya mencerminkan perilaku sipat zat (makhluk) yang selaras dengan sifat hakekat (Tuhan).
Tanda pencapaiannya tampak pada SOLAH.
Solah artinya perilaku atau perbuatan jasadiah yang tampak oleh mata misalnya; tidak mencelakai orang lain, perilaku dan tutur kata menentramkan, sopan dan santun, wajah ramah, ngadi busana atau cara berpakaian yang pantas dan luwes menghargai badan.
Akan tetapi perilaku tersebut belum tentu dilakukan secara sinkron dengan BAWA-nya. BAWA yakni “perilaku” batiniah yang tidak tampak oleh mata secara visual.
Titik Lemah
Pada tataran awal ini meskipun seseorang seolah-olah terkesan baik namun belum menjamin pencapaian tataran spiritual yang memadai, dan belum tentu diberkahi Tuhan.
Sebab seseorang melakukan kebaikan terkadang masih diselimuti rahsaning karep atau nafsu negatif; rasa ingin diakui, mendapat nama baik atau pujian.
Bahkan seseorang melakukan suatu kebaikan agar kepentingan pribadinya dapat terwujud.
Maka akibat yang sering timbul biasanya muncul rasa kecewa, tersinggung, marah, bila tidak diakui dan tidak mendapat pujian.
Kebaikan seperti ini boleh jadi bermanfaat dan mungkin baik di mata orang lain.
Akan tetapi dapat diumpamakan belum mendapat tempat di “hati” Tuhan.
Kredit point nya masih nihil.
Banyak orang merasa sudah berbuat baik, beramal, sodaqah, suka menolong, membantu sesama, rajin doa, sembahyang.
Tetapi sering dirundung kesialan, kesulitan, tertimpa kesedihan, segala urusannya mengalami kebuntuan dan kegagalan.
Lantas dengan segera menyimpulkan bahwa musibah atau bencana ini sebagai cobaan (bagi orang-orang beriman).
Pada tataran ini, seseorang masih rentan dikuasai nafsu ke-aku-an (api/nar/iblis).
Diri sendiri dianggap tahu segala, merasa suci dan harus dihormati.
Siapa yang berbeda pendapat dianggap sesat dan kafir.
Konsekuensinya; bila memperdebatkan (kulit luarnya) ia menganggap diri paling benar dan suci, lantas muncul sikap golek benere dewe, golek menange dewe, golek butuhe dewe.
Ini sebagai ciri seseorang yang belum sampai pada intisari ajaran yang dicarinya.
Durung becus keselak besus !

TINGKAT 2 (Ning; sembah kalbu)
Wening atau hening; ibarat mati sajroning urip; kematian di dalam hidup.
Tataran ini sepadan dengan tarekat.
Menggambarkan keadaan hati yang selalu bersih dan batinnya selalu eling lan waspadha.
Eling adalah sadar dan memahami akan sangkan paraning dumadi (asal usul dan tujuan manusia) yang digambarkan sebagai “kakangne mbarep adine wuragil” (lihat dalam posting; Saloka Jati).
Waspadha terhadap apa saja yang dapat menjadi penghalang dalam upaya “menemukan” Tuhan (wushul). Yakni penghalang proses penyelarasan kehidupan sehari-hari (sifat zat) dengan sifat hakekat (Tuhan).
Ning dicapai setelah hati dapat dilibatkan dalam menjalankan ibadah tingkat awal atau Neng; yakni hati yg ikhlas dan tulus, hati yang sudah tunduk dan patuh kepada sukma sejati yang suci dari semua nafsu negatif.
Hati semacam ini tersambung dengan kesadaran batin maupun akal budi bahwa amal perbuatan bukan semata-mata mengaharap-harap upah (pahala) dan takut ancaman (neraka).
Melainkan kesadaran memenuhi kodrat Tuhan, serta menjaga keharmonisan serta sinergi aura magis antara jagad kecil (diri pribadi) dan jagad besar (alam semesta).
Tataran ini dicapai melalui empat macam bertapa; tapa ngeli, tapa geniara, tapa banyuara, tapa mendhem atau ngluwat.
1. Tapa ngeli; harmonisasi vertikal dan horisontal.
Yakni berserah diri dan menselaraskan dengan kehendak Tuhan.
Lalu mensinergikan jagad kecil (manusia) dengan jagad besar (alam semesta).
2. Tapa geniara; tidak terbakar oleh api (nar) atau nafsu negatif yakni ke-aku-an.
Karena ke-aku-an itu tidak lain hakekat iblis dalam hati.
3. Tapa banyuara; mampu menyaring tutur kata orang lain, mampu mendiagnosis suatu masalah, dan tidak mudah terprovokasi orang lain.
Tidak bersikap reaksioner (ora kagetan), tidak berwatak mudah terheran-heran (ora gumunan).
4. Tapa mendhem; tidak membangga-banggakan kebaikan, jasa dan amalnya sendiri.
Terhadap sesama selalu rendah hati, tidak sombong dan takabur.
Sadar bahwa manusia derajatnya sama di hadapan Tuhan tidak tergantung suku, ras, golongan, ajaran, bangsa maupun negaranya.
Tapa mendhem juga berarti selalu mengubur semua amal kebaikannya dari ingatannya sendiri.
Dengan demikian seseorang tidak suka membangkit-bangkit jasa baiknya.
Kalimat pepatah Jawa sbb: tulislah kebaikan orang lain kepada Anda di atas batu, dan tulislah kebaikan Anda pada orang lain di atas tanah agar mudah terhapus dari ingatan.
Titik Lemah
Jangan lekas puas dulu bila merasa sudah sukses menjalankan tataran ini.
Sebab pencapaian tataran kedua ini semakin banyak ranjau dan lobang kelemahan yang kapan saja siap memakan korban apabila kita lengah.
Penekanan di sini adalah pentingnya sikap eling dan waspadha.
Sebab kelemahan manusia adalah lengah, lalai, terlena, terbuai, merasa lekas puas diri.
Tataran kedua ini melibatkan hati dalam melaksanakan segala kebaikan dalam perbuatan baik sehari-hari.
Yakni hati harus tulus dan ikhlas.
Namun..ketulusan dan keikhlasan ini seringkali masih menjadi jargon, karena mudah diucapkan oleh siapapun, sementara pelaksanaannya justru keteteran.
Dalam falsafah hidup Kejawen, setiap saat orang harus selalu belajar ikhlas dan tulus setiap saat sepanjang usia.
Belajar ketulusan merupakan mata pelajaran yang tak pernah usai sepanjang masa.
Karena keberhasilan Anda untuk tulus ikhlas dalam tiap-tiap kasus belum tentu berhasil sama kadarnya.
Keikhlasan dipengaruhi oleh pihak yang terlibat, situasi dan kondisi obyektifnya, atau situasi dan kondisi subyek mental kita saat itu.

TINGKAT 3 (Nung; sembah cipta)
Kesinungan ; yakni dipercaya Tuhan untuk mendapatkan anugrah tertentu.
Orang yang telah mencapai tataran Kesinungan dialah yang mendapatkan “hadiah” atas amal kebaikan yang ia lakukan.
Ini mensyaratkan amal kebaikan yang memenuhi syarat, yakni kekompakan serta sinkronisasi lahir dan batin dalam mewujudkan segala niat baik menjadi tindakan konkrit.
Yakni tindakan konkrit dalam segala hal yang baik misalnya membantu & menolong sesama.
Syarat utamanya; harus dilakukan terus-menerus hingga menyatu dalam prinsip hidup, dan tanpa terasa lagi menjadi kebiasaan sehari-hari.
Pencapaian tataran ini sama halnya laku hakekat.
Laku hakekat adalah meliputi keadaan hati dan batin; sabar, tawakal, tulus, ikhlas, pembicaraannya menjadi kesejatian (kebenaran), yang sejati menjadi kosong, hilang lenyap menjadi ada.
Tataran ini ditandai oleh pencapaian kemuliaan yang sejati, seseorang mendapatkan kebahagiaan dan kemuliaan di dunia dan kelak setelah ajal.
Pada tahap ini manusia sudah mengenal akan jati dirinya dan mengenal lebih jauh sejatinya Tuhan.
Manusia yang telah lebih jauh memahami Tuhan tidak akan berfikir sempit, kerdil, sombong, picik dan fanatik.
Tidak munafik dan menyekutukan Tuhan.
Ia justru bersikap toleran, tenggang rasa, hormat menghormati keyakinan orang lain.
Sikap ini tumbuh karena kesadaran spiritual bahwa ilmu sejati, yang nyata-nyata bersumber pada Yang Maha Tunggal, hakekatnya adalah sama. Cara atau jalan mana yang ditempuh adalah persoalan teknis.
Banyaknya jalan atau cara menemukan Tuhan merupakan bukti bahwa Tuhan itu Mahaluas tiada batasnya.
Ibarat sungai yang ada di dunia ini jumlahnya sangat banyak dan beragam bentuknya; ada yang dangkal, ada yang dalam, berkelok, pendek dan singkat, bahkan ada yang lebar dan berputar-putar.
Toh semuanya akan bermuara kepada Yang Tunggal yakni “samudra luas”.
NAH, orang seperti ini akan “menuai” amal kebaikannya.
Berkat rumus Tuhan di mana kebaikan akan berbuah kebaikan pula.
Kebaikan yg anda berikan, “buahnya” akan anda terima pula.
Namun demikian kebaikan yang anda terima belum tentu datang dari orang yang sama, malah biasanya dari pihak lainnya.
Kebaikan yang anda peroleh itu merupakan “buah” dari “pohon kebaikan” yang pernah anda tanam sebelumnya.
Selebihnya, kebaikan yang anda lakukan akan menjadi pagar gaib yang selalu menyelimuti diri anda.
Singkat kata, pencapaian Nung, ditandai dengan diperolehnya kemudahan dan hikmah yang baik dalam segala urusan.
Pagar gaib itu akan membuat kita tidak dapat dicelakai orang lain.
Sebaliknya selalu mendapatkan keberuntungan.
Dalam terminologi Jawa inilah yang disebut sebagai “ngelmu beja”.
Untuk meraih tataran ini, terlebih dahulu kita harus mengenal jati diri secara benar.
Dalam diri manusia setidaknya terdapat 7 lapis bumi yang harus diketahui manusia.
Jika tidak diketahui maka menjadi manusia cacad dan akan gagal mencapai tataran ini.
Bumi 7 lapis tersebut adalah ; retna, kalbu, jantung, budi, jinem, suksma, dan ketujuhnya yakni bumi rahmat.
1. Bumi Retna; jasad dan dada manusia sesungguhnya istana atau gedung mulia.
2. Bumi Kalbu; artinya istana iman sejati.
3. Bumi Jantung; merupakan istana semua ilmu.
4. Bumi budi; artinya istana puji dan zikir.
5. Bumi Jinem; istananya kasih sayang sejati.
6. Bumi suksma; yakni istana kesabaran dan rasa sukur kepada Tuhan; sukma sejati.
7. Bumi Rahmat; istana rasa mulia; rahsa sejati.
Titik Lemah
Nung, setara dengan Hakekat, di sini ibarat puncak kemuliaan.
Semakin tinggi tataran spiritual, maka sedikit saja godaan sudah dapat menggugurkan pencapaiannya.
Maka, semakin tinggi puncak dan kemuliaan seseorang ; maka semakin besar resiko tertiup angin dan jatuh.
Seseorang yang merasa sudah PUAS dan BANGGA dengan pencapaian hakekat ini bersiko terlena. Lantas menganggap orang lain remeh dan rendah.
Yang paling berbahaya adalah menganggap tataran ini merupakan tataran tertinggi sehingga orang tidak perlu lagi berusaha menggapai tataran yang lebih tinggi.

Tingkat 4 (Nang; sembah rahsa)
Nang merupakan kemenangan. Kemenangan adalah anugrah yang anda terima.
Yakni kemenangan anda dari medan perang.
Perang antara nafsu negatif dengan positif.
Kemenangan NUR (cahya sejati nan suci) mengalahkan NAR (api; ke-aku-an/”iblis”).
Manusia NAR adalah seteru Tuhan (iblis laknat).
SEBALIKNYA; manusia NUR adalah memenuhi janji atas kesaksian yg pernah ia ucapkan di mulut dan hati.
Manusia NUR memenuhi kodratnya ke dalam kodrat Ilahi, sipat zat yg mengikuti sifat hakekat, menselaraskan gelombang batin manusia dengan gelombang energi Tuhan.
Sifat zat (manusia) menyatu dengan sifat hakekat (Tuhan) menjadi “loroning atunggil“.
Yang menjadi jumbuh (campur tak bisa dipilah) antara kawula dengan Gusti.
Inilah pertanda akan kemenangan manusia dalam “berjihad” yang sesungguhnya.
Yakni kemenangan terindah dalam kemanunggalan; “manunggaling kawula-Gusti“. Bila Anda muslim, di situlah tataran makrifat dapat ditemukan.
Salam sejati.

Muslim

لااله الاّ الله محمّد رسو ل الله
DAN TIDAKLAH ATAS KAMI KECUALI ORANG YG MENYAMPAIKAN
1. Nabi Muhammad saw bersabda "KUNCI SURGA LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR ROSULULLAH"
Setiap orang yang ingin melanjutkan perjalanan menuju "SURGA DAN ALLAH SWT" wajib atasnya membenarkan sabda Nabi Muhammad saw diatas....kemudian setelah itu mereka wajib mengikuti "KEBENARAN" yaitu ALLAH DAN ROSUL NYA.
2.Menyatakan kebenaran yaitu mereka masuk Islam dengan bersaksi TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN NABI MUHAMMAD UTUSAN ALLAH,...inilah tiket pertama untuk meneruskan perjalanan menuju "SURGA DAN ALLAH SWT....Kemudian mempunyai ilmu tentang ISLAM yg bersumber pada Al qur'an dan Al hadist dan mengamalkannya.
3.Sejak menjadi orang Islam (MUSLIM) sampai akhir hayat wajib menta'ati ALLAH DAN ROSUL NYA , DAN WAJIB berpegang teguh pada pesan Nabi Muhammad saw dengan sabdanya : Aku tinggalkan pada kalian 2 perkara , jika kalian berpegang teguh pada kedua nya , kalian tidak tersesat untuk selama lamanya KITAB ALLAH (AL QUR'AN) DAN SUNNAH NABI NYA ( AL HADIST) , peganglah sampai akhir hayat dan mudah2an ALLAH SWT memberikan kita khusnul khotima dapat mengucapkan 'KUNCI SURGA , LA ILAHA ILLAH MUHAMMADUR ROSULULLAH) , yg Nabi Muhammad saw khabarkan : Barang siapa akhir hayatnya mengucapkan LA ILAHA ILLALLAH masuk surga.
Pada waktu malaikat Isro'il mau mencabut nyawa , ia didampingi 2 malaikat yaitu malaikat rahmat dan malaikat azab , apabila dapat khusnul khotimah maka 'RUH" nya diserahkan pada malaikat rahmat , tapi apabila su'ul khotimah maka diserahkan pada malaikat azab.
4. Setelah dimandikan dan di sholatkan dan dimasukkan dalam kubur , 3 langkah kepulangan yang mengantar kubur , maka akan di datangi malaikat "MUNKAR DAN NAKIR " yang ditugaskan untuk menanyakan kunci SURGA , dengan pertanyaan diantaranya , Siapa TUHANMU ? dan Siapa NABIMU ? Apa AGAMAMU ? dapat menjawab dengan pertolongan Allah " ALLAH TUHANKU , MUHAMMAD NABIKU , ISLAM AGAMAKU , maka kuburnya diluaskan dan amal2 sholeh didatangkan untuk menemaninya , kemudian dibukakan pintu surga agar dia dapat melihat tempatnya di SURGA nanti , jadilah kuburnya itu menjadi "TAMAN SURGA".
5.Pada hari kebangkitan akan dihalau padang mahsyar untuk dihisab , ada yang menerima kitab amal dengan tangan kanan dan ada yg menerima kitab amal tangan kiri.
6.Perjalan selanjutnya yaitu digiring untuk meniti "JEMBATAN SHIROTOL MUSTAQIM " dibawah jembatan ada "NERAKA YANG ME NYALA2 , bagi yg menerima kitab tangan kiri akan jatuh ke NERAKA , Dan yg menerima kitab tangan kanan terus berjalan , ada yang berjalan cepat laksana kilat menyambar , ada yang berjalan biasa , ada yang berjalan dgn merangkak menuju SURGA yang dijanjikan , setelah sampai diujung perjalan akan bertemu pintu gerbang atau pintu utama surga Yang Nabi sabdakan bahwa di pintu surga itu Tertulis kalimat " LA ILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR ROSULULLAH".
7.Penghuni surga tinggal di Surga , kekal untuk se lama2nya dengan segala hidangan , disana kata ALLAH : Bagi kamu apa yang kamu inginkan dan apa yang kamu minta.
Surga itu Allah berikan bagi Otang Islsm yg beriman yang taqwa yang ta'at kepada ALLAH & ROSUL NYA.
8. Penghuni surga di tanya : Apa lagi yang kalian inginkan ? Penghuni surga menjawab : tidak ada lagi , semuanya sudah ada...
Maka sampailah pada perjalanan terakhir bagi penghuni surga yaitu ALLAH membuka hijabnya untuk melihat ALLAH SWT.....sampailah kita pada perjalan terakhir kita semua dari ALLAH akan kembali kepada ALLAH ,....Allah swt berfirman : WAJAH2 PADA HARI ITU BER SERI2 , KEPADA TUHAN MEREKA(ALLAH) MEREKA MELIHAT
AKU BERSAKSI TIDAK ADA TUHAN YG WAJIB DI SEMBAH KECUALI ALLAH DAN AKU BERSAKSI NABI MUHAMMAD SAW UTUSAN ALLAH.
ya ALLAH perbaikilah urusan kami , dan jangan ENGKAU serahkan pada diri kami walau sekejab.
Berilah kami kebahagian dunia dan kebahagiaan akherat , dan selamatkan kami dari azab neraka.



Foto Alhikmah.                                                      



kh.mukarta zdulfako

Pembimbing Baik Peminpin Yang Baik

PEMIMPIN YANG BAIK AKAN MENGALAHKAN PEMIMPIN YANG TIDAK BAIK.
Foto Alhikmah.
Nabi MUHAMMAD SAW bersabda : akan datang suatu za man atas umatku mereka menjahui ULAMA Dan AKHLI AGAMA , maka ALLAH timpakan 3 bencana atas mereka :
1. Allah angkat (cabut)
Keberkahan usaha mereka.
2. Allah Ta'ala kuasakan at as
mereka pemimpin yg dholim
3. Keluar Dari dunia tidak punya
Iman.
Pertanyaan ; apakah umat menjauhi ULAMA Dan Akhli Agama ?
Jawab :
1. Apabila betul umat menjauhi
Ulama maka ulama menjadi
Lemah maka dia tidakbisa Ber
juang untuk membela umat
karena tidal ada pendukung....
maka umat mengalami 3 Ben
cana diatas....lihat Nabi
Muhammad saw pada masa
Mekkah
2. Apabila umat dekat dgn Ulama
maka Ulama menjadi kuat, APA
lagi di INDONESIA isinya ter
banyak umat Islam Dan semua
mendukung Ulama..maka
insya ALLAH , umat terhindar 3
bencana .
Pemimpin yang baik yaitu ULAMA yg takut sama ALLAH yg takwa yang taat pada ALLAH DAN ROSUL NYA.....
inilah kholifah umat Islam yg Nabi Muhammad saw sabdakan : Sesungguhnya orang 'ALIM ITU orang kepercayaan ALLAH TA'ALA di bumi...........tentu dgn izin Allah dia dapat mengalahkan pemimpin2 yang tidak baik.

Telusuri Tentang Blog Disini