Translate

Tampilkan postingan dengan label Pangetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pangetahuan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Agustus 2017

Apa Yang Terjadi Pada Seytan Saat Adzan Berkumandang

Kondisi Setan Saat Adzan Berkumandang, Menyeramkan! 
Foto Alhikmah.
Setan adalah musuh nyata manusia
yang akan selalu menggoda kepada jalan yang sesat.
Mereka akan melakukan berbagai cara agar keturunan Nabi Adam As bersamanya ke neraka pada hari kiamat kelak.
Setiap saat setan melakukan siasat jitu untuk menggoda manusia.
Waktunya dihabiskan untuk membuat manusia melupakan Allah SWT.
Namun ada waktu dimana setan berhenti menggoda bahkan lari tidak berdaya.
Yakni saat muadzin mengumandangkan adzan.
Ternyata adzan bukan perkara sederhana bagi setan.
Mereka akan mengalami kondisi buruk ketika panggilan salat ini diserukan.
Seperti apa kondisi setan saat adzan berkumandang? Berikut ulasannya.
Adzan merupakan panggilan Allah untuk para hamba melaksanakan Ibadah salat lima waktu.
Ini adalah panggilan umum yang akan Allah perdengarkan kepada siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya, termasuk dari golongan setan.
Saat adzan dikumandangkan, setan melarikan diri bahkan sampai terkentut-kentut untuk menghindari diri dari mendengarkan adzan.
Mereka begitu takut mendengar seruan tersebut.
“Apabila panggilan shalat (adzan) dikumandangkan maka setan akan lari sambil kentut hingga dia tidak
mendengarkan adzan lagi” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
“Apabila panggilan shalat dikumandangkan, maka setan akan lari terbirit-birit sambil terkentut-kentut hingga ia tak lagi mendengar (suara) adzan tersebut...” [HR. Darimi No.1178].
Syaikh Majdi Abdul Wahab Al Ahmad dalam Syarah Hisnul Muslim mengatakan, setan menganggap bahwa adzan merupakan sesuatu yang begitu besar dan sangat menakutkan.
Ketakutan dan ketegangan yang dialami menyebabkan persendian menjadi kendur sehingga tidak bisa menguasai dirinya.
Saluran seni dan kotoran menjadi terbuka, hingga bisa mengompol atau terkentut.
Lalu mengapa setan begitu ketakutan ketika mendengar adzan.
Pasalnya seruan azan berisi kalimat tauhid dan syiar-syiar Islam.
adzan adalah suara keras yang berisi dzikrullah 'Azza wa Jalla dan hal itu menyakitkan bagi setan.
Ketika itu, mereka putus asa sehingga lari dan menjauh dari manusia.
Ketika mendengar seruan kebaikan ini, setan dibebani kewajiban untuk meyakini dan menjalankan kandungan seruan kebaikan tersebut.
Alasan lain yang membuat setan lari terbirit- birit adalah karena mereka tidak mau menjadi saksi atas muadzin yang mengumandangkan adzan.
Nabi dalam sabdanya mengatakan bahwa semua benda baik kering maupun basah nantinya akan menjadi saksi bagi muadzin yang mendapat keutamaan pada hari kiamat.
“Tidaklah adzan didengar oleh jin dan manusia, batu dan pohon, kecuali mereka akan bersaksi untuknya.” (HR Abu Ya’la)
Namun jangan senang dulu, karena setelah adzan selesai setan akan kembali lagi dengan cepatnya menggoda manusia.
“...Maka apabila adzan telah selesai dikumandangkan ia akan kembali, & apabila iqamah dikumandangkan setan akan segera berpaling, jika iqamah telah selesai dikumandangkan ia akan kembali lagi (untuk mengganggu manusia) hingga ia membersitkan dalam hati seseorang dgn mengatakan 'Ingatlah hal ini & itu' dari hal-hal yg sebelumnya tak ia ingat.
Abu Muhammad berkata; Tsuwwiba maksudnya adl didirikan. [HR. Darimi No.1178].
Jadi setelah mendengarkan adzan Umat Islam sebaiknya langsung bergegas mendirikan salat.
Hal ini untuk menghindari godaan setan yang lebih dasyat lagi.
Semoga informasi ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca

Manfaat Ruh

~~Manfa'at Ruh Idhopi ~~
Foto Alhikmah.
Ruh idhopi itu
Induk dari segala nyawa
Dia adalah budi nurani
Mampu membangunkan rasa
Rasa dari rasa yang tertidur
Rasa dari jiwa yang ingin kau dekati
Ruh idhopi itu bergantung keyakinanmu
Bergantung pada pemahamamanmu
Seberapa paham dirimu
Pada hakikat hidupmu sendiri

Wanita Di Dunia Dan Akherat

�Jadilah Bidadari Surga
Bagaimana seorang wanita bisa menjadi bidadari surga?
�¤» Berdiam diri di rumah
Seorang wanita diperintahkan untuk melazimi rumah, dan hanya boleh keluar ketika ada hajat yang penting.
�ALLAH سبحانه وتعالى berfirman artinya, "Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian, dan janganlah kalian berdandan dan bertingkah laku seperti orang2 jahiliyah yg dahulu." (QS. al-Ahzab : 33)
�¤» Meninggalkan Tabaruj
al-Alusi menyebutkan beberapa bentuk tabaruj :
�» Wanita yang berjalan genit, penuh gaya dan memakai wewangian.
�» Meletakan kerudung di kepala tanpa mengikatnya shg terlihat jelas kalung, anting2 dan lehernya.
�» Memakai gelang kaki dan menggerakkannya di depan kaum laki-laki.
�» Memperlihatkan kedua betisnya
�» Memperlihatkan kedua betisnya dgn memakai sepatu hak tinggi (high heels).
�» Memakai pakaian yg sempit sehingga terlihat semua lekuk tubuhnya atau sebagiannya.
�» Memperlihatkan kedua lengan tangannya.
�» Memperlihatkan sebagian dadanya.
�» Memakai pakaian yang bermode dan penuh hiasan shg membuat takjub yg melihatnya. (Risalah Ila al-Mar’ah al-Muslimah, hal 6-7)
�Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda, “Dua golongan dari penghuni neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya; (salah satunya) wanita yang mengenakan pakaian tapi terlihat telanjang, berjalan melenggak-lenggok dan kepalanya bergoyang seperti bergoyangnya punuk onta. Mereka tdk akan masuk surga, bahkan tdk akan mencium aromanya.” (HR. Muslim)
¤» Konsisten dalam ketaatan
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda, "Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktunya, menetapi puasa Ramadhannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya (di hari kiamat), "Silahkan masuk surga dari pintu manapun yg anda sukai." (HR. Ahmad)

Walialloh

SUBHANALLAH, TERNYATA ORANG YANG DI KIRA GILA DI PASAR INI ADALAH WALI ALLAH, SIMAK BERITANYA
⁠⁠⁠Hamba Allah
Ulama
Dikisahkan, ada tamu dari Kendal sowan kepada Mbah Hamid.
Lantas Mbah Hamid menitipkan salam untuk si fulan bin fulan yang kesehariannya berada di Pasar Kendal, menitipkan salam untuk seorang yang dianggap gila oleh masyarakat Kendal.
Fulan bin fulan kesehariannya berada di sekitar pasar dengan pakaian dan tingkah laku persis seperti orang gila, namun tidak pernah mengganggu orang-orang di sekitarnya. Tamu tersebut bingung kenapa Mbah Hamid sampai menitipkan salam untuk orang yang dianggap gila oleh dirinya.
Tamu tersebut bertanya:
“Bukankah orang tersebut adalah orang gila Kyai.?” Kemudian Mbah Hamid menjawab: “Beliau adalah wali besar yang menjaga Kendal, rahmat Allah turun, bencana ditangkis, itu berkat beliau, sampaikan salamku.”
Kemudian setelah si tamu pulang ke Kendal, menunggu keadaan pasar sepi, dihampirilah orang yang dianggap gila tersebut yang ternyata Shohibul Wilayah Kendal.
“Assalamu’alaikum…” Sapa si tamu.
Wali tersebut memandang dengan tampang menakutkan layaknya orang gila sungguhan, kemudian keluarlah seuntai kata dari bibirnya dengan nada sangar:
“Wa’alaikumussalam.. ada apa..!!!”Dengan badan agak gemetar, si tamu memberanikan diri.
Berkatalah ia: “Panjenengan dapat salam dari Kyai Hamid Pasuruan, Assalamu’alaikum…”Tak beberapa lama, wali tersebut berkata: “Wa’alaikumussalam” dan berteriak dengan nada keras:
“Kurang ajar si Hamid, aku berusaha bersembunyi dari manusia, agar tidak diketahui manusia, kok malah dibocor-bocorkan.
Ya Allah, aku tidak sanggup, kini telah ada yang tahu siapa aku, aku mau pulang saja, gak sanggup aku hidup di dunia.
”Kemudian wali tersebut membaca sebuah doa, dan bibirnya mengucap: “Laa Ilaaha Illallah Muhammadun Rasulullah…”Seketika itu langsung meninggal dunia sang Wali di hadapan orang yang diutus Mbah Hamid.
Subhanallah… begitulah para Walinya Allah, saking inginnya berasyik-asyikkan hanya dengan Allah sampai berusaha bersembunyi dari keduniawian, tak ingin ibadahnya diganggu oleh orang-orang ahli dunia.
Bersembunyinya mereka memakai cara mereka masing-masing.
Oleh karena itu janganlah kita su’udzon terhadap orang-orang di sekitar kita, jangan-jangan dia adalah seorang Wali yang “bersembunyi”.
Jadi ingat nasihat Maha Guru kami, al-Quthb al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih:
“Jadikanlah dirimu mendapat tempat di hati seorang Auliya.
”Semoga nama kita tertanam di hati para kekasih Allah, sehingga kita selalu mendapat nadzrah dari guru-guru kita, dibimbing ruh kita sampai terakhir kita menghirup udara dunia ini, Aamiin.
Sanad Cerita Fiqh Menjawab

Dialog Ulama Besar

Terjadi dialog yang mengesankan antara dua ulama besar, KH Muhammad Hasyim Asy’ari dengan KH Muhammad Kholil bin Abdul Lathif Bangkalan gurunya. Beliau Mbah Kyai Kholil sendiri banyak ulama yang menyatakan bahwa jika beliau ini Qutubnya tanah Jawa setelah Wali Songo.
KH Muhammad Kholil : “Dulu saya memang mengajar Tuan. Tapi hari ini, saya nyatakan bahwa saya adalah murid Tuan,” kata Mbah Kyai Kholil
Kyai Hasyim Asy’ari : “Sungguh saya tidak menduga kalau Tuan Guru akan mengucapkan kata-kata yang demikian. Tidakkah Tuan Guru salah raba berguru pada saya, seorang murid Tuan sendiri, murid Tuan Guru dulu, dan juga sekarang. Bahkan, akan tetap menjadi murid Tuan Guru selama-lamanya.”
KH Muhammad Kholil : Tanpa merasa tersanjung, Mbah Kyai Kholil tetap bersikeras dengan niatnya. “Keputusan dan kepastian hati ini sudah tetap, tiada dapat ditawar dan diubah lagi, bahwa kami akan turut belajar di sini, menampung ilmu-ilmu Tuan, dan berguru kepada Tuan,” Ucap beliau.
Karena sudah faham dengan watak gurunya yang memiliki semangat dan keinginan yang sangat kuat, Kiai Hasyim tidak bisa berbuat lain selain menerimanya sebagai santri. Kejadian yang sangat menarik, ketika turun dari masjid usai shalat berjamaah, keduanya cepat-cepat menuju tempat sandal, bahkan kadang saling mendahului, demi untuk memasangkan sandal tersebut ke kaki gurunya. Allahu Akbar sungguh luar biasa dan mulia Ahlak mereka berdua ini, keduanya menunjukkan kerendahan hati dan saling menghormati, dua hal yang sekarang semakin sulit ditemukan pada para murid dan guru-guru kita.
Sesungguhnya bisa saja terjadi seorang murid akhirnya lebih pintar, pandai dan lebih alim ketimbang gurunya. Tetapi persoalanya bukan karena itu tetapi karena ilmu itu bersumber dari Allah melalui perantara Rasulullah dan terus sampai kepada para ulama selaku pewaris ilmu para nabi.
Foto Alhikmah.

Sabtu, 19 Agustus 2017

KEMATIAN

Setiap 21 Menit Sekali, Mau Tahu Baca Disini, Dan Untuk Mau Saling Berbagi!!!!!


Tahukah anda kalau kematian senantiasa mengintai kita. Tak ada yang dapat lari ketika malaikat Izrail sang pencabut nyawa datang menjemput. Ternyata malaikat maut tidak hanya datang saat nyawa manusia bakal dicabut, namun mencapai hingga 70 kali dalam sehari.
Itu artinya Izrail menziarahi manusia setiap 21 menit sekali.
Hal ini diterangkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan kepada Abdullah Ibnu Abbas Radhiallahu anhu.
Dalam sabdanya, Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa Izrail datang dan memperhatikan beberapa wajah manusia yang sedang tertawa-tawa.
Jadi berkatalah Izrail : ”Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah ta’ala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bersenang-senang bergelak tawa”.
Manusia secar fitrah memang tidak dapat melihat malaikat yang gaib ini, kecuali orang-orang shalih yang senantiasa ingat akan kematian. Kelompok ini tidak lalai serta senantiasa sadar terhadap kehadiran malaikat maut, lantaran mereka senantiasa memperhatikan hadist-hadist Rasulullah SAW yang jelas menjelaskan tentang perkara-perkara ghaib, lebih-lebih tentang kematian serta hubungannya dengan malaikat maut.
Malaikat Izrail di ciptakan Allah SWT dengan wajah empat satu wajah di muka, satu wajah di kepala, satu dipunggung dan satu lagi di telapak kakinya. Malaikat Izrail diberikan kemampuan luar biasa oleh Allah SWT sehingga dari ufu barat sampai timur bisa dijangkaunya dengan mudah. Izrail memiliki 4. 000 sayap dan 70. 000 kaki, salah satu kakinya di langit ketujuh dan satu lagi di jembatan yang memisahkan Surga dan Neraka.
" Didalam suatu kisah di ceritakan bagaimana cara kerja Izrail mengtahui kapan manusia telah tiba ajalnya : " Allah SWT sudah menciptakan sebuah pohon dibawah Arsy yaitu sidratul muntaha, di mana daunnya itu sama banyaknya dengan bilangan makhluk yang Allah ciptakan. Bila seseorang itu sudah ditetapkan ajalnya, jadi umurnya hanya tinggal 40 hari dari hari yang diputuskan.
Daun tersebut kemudian jatuh kepada Izrail, dengan begitu Malaikat Izrail tahu bahwa tugasnya mencabut nyawa orang yang tertulis pada daun tersebut . Para malaikat menyebutnya sebagai mayat di langit, meskipun hidup manusia tersebut masih 40 hari lagi. Setelah itu, bakal jatuh dua titisan dari bawah Arsy pada daun menuliskan mayit langit ini, satu titisan berupa warna hijau serta satu lagi berupa warna putih.
Bila titisan yang berwarna hijau, maka alamatnya celakalah dia dalam menempuh ajal, serta bila titisan putih jatuh pada daun orang yang nama ditulis pada daun itu, jadi pertanda, berbahagialah orang itu saat ajal datang menjemputnya.
Untuk mengetahui tempat mati, maka Allah menjadikan malaikat Arham.
Jika Allah mencipta sesuatu kelahiran, Dia perintahkan malaikat Arham tersebut masuk ke dalam sperma yang berada dalam rahim ibu dengan debu bumi yang akan didapati dimana ia akan mati, lalu keluarlah seorang hamba itu menuju ke mana saja di pelosok bumi ini.
Lalu pada saat kematian tiba, iapun akan kembali ke tempat pengembalian daripada debu dimana di situlah ia akan menemui ajalnya. "
Sebagaima firman Allah subhanallahu wa ta'ala :
Allah subhanallah berfirman : " Katakanlah, sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan bakal mati terbunuh itu, akan keluar juga ke tempat mereka terbunuh... ” (Ali Imran : 154).
Subhanallah... begitu tertib tata cara kerja Allah SWT yang mungkin tidak akan bisa di terima oleh nalar manusia. Wallahualam bishawab. Semoga kita termasuk golongan orang yg selalu mengingat kematian serta ketika malaikat maut menjenguk kita untuk terakhir kalinya, kita berada dalam keadaan khusnul khatimah (baik di penghabisan).

KEMATIAN

PERTANYAAN MALAIKAT DIDALAM KUBUR :
Foto Alhikmah.
Tanya : Man Rabbuka? Siapa Tuhanmu?
Jawab : Allahu Rabbi. Allah Tuhanku.
Tanya : Man Nabiyyuka? Siapa Nabimu?
Jawab : Muhammadun Nabiyyi. Muhammad Nabiku
Tanya : Man Dinuka? Apa agamamu?
Jawab : Al-Islamu dini. Islam agamaku
Tanya : Man Imamuka? Siapa imammu?
Jawab : Al-Qur'an Imami. Al-Qur'an Imamku
Tanya : Aina Qiblatuka? Di mana kiblatmu?
Jawab : Al-Ka'batu Qiblati. Ka'bah Qiblatku
Tanya : Man Ikhwanuka? Siapa saudaramu?
Jawab : Al-Muslimun Wal-Muslimat Ikhwani.
Jawabannya sangat sederhana, bukan? Tapi apakah sesederhana itukah kelak kita akan menjawabnya?
Saat tubuh terbaring sendiri di perut bumi.
Saat kegelapan menghentak ketakutan.
Saat tubuh menggigil gemetaran.
Saat tiada lagi yang mampu jadi penolong.
Ya, tak akan pernah ada seorangpun yang mampu menolong kita.
Selain amal kebaikan yang telah kita perbuat selama hidup di dunia.
Subhanallah, semoga Yg Like dan membagikan tausyah ini ditinggikan ilmunya, diangkat drajatnya , dibesarkan rezekinya, diharumkan namanya, disetiakan cintanya, dipanjangkan umurnya, dijauhkan dari azab kubur dan api neraka dan dikabulkan doa nya secepat ia menulis AAMIIN di komentar.



Cara Logika Pasti Sukses 

Periklanan
Daftar Lazada 

Komisi Lazada
Apa itu Affiliate Marketing Lazada
Bagaimana Program affiliate marketing Lazada
ClikBank Affiliate Marketing 
Apa Itu Affiliate 
Apa Itu Affiliate Marketing 
Cara Daftar Raf-payoneer
Cara Dafter Fasapay


Terimakasih Center G7300

SEBAB-SEBAB SEMPIT DAN PIKIRAN SUSAH GELISAH ADA TIGA

SEBAB-SEBAB SEMPIT DAN PIKIRAN SUSAH GELISAH ADA TIGA:

*PERTAMA, karena berbuat dosa. Untuk mengatasinya dengan bertaubat dan beristiqhfar.
*KEDUA, karena kehilangan dunia. Maka kembalikanlah kepada Allah swt., sadarlah bahwa itu bukan kepunyaan kita dan hanya titipan serta akan ditarik kembali oleh Allah swt.
*KETIGA, disakiti orang lain. Kalau karena dianiaya oleh orang lain maka bersabarlah dan sadarlah bahwa semua itu yang membikin Allah swt. untuk MENGUJI kita.dan Ujian terindah, adalah Ujian yang datangnya dari ALLAH SWT untuk HAMBANYA.....
Foto Alhikmah.
SEMOGA BERMANFAAT

SABDA NABI MUHAMAD SHALLALLAHU ALAIHI WASALAM

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersab da :

لاَ يَكِيْدُ أَهْلَ الْمَدِينَة أحدٌ إِلَّا انْمَاعَ كَمَا يَنْمَاعُ الْمِلْحُ فِي المَاءِ

"Tidaklah seorangpun yang berencana buruk kepada penduduk kota Madinah kecuali ia akan lebur sebagaimana garam yang lebur di air"(HR Al-Bukhari)

Jumat, 18 Agustus 2017

TATA CARA DZIKIR TARIKOH NAQSYABANDIYAH

Tarekat Naqsandiyah, seperti juga tarekat yang lainnya mempunyai tata cara ritual tersendiri, sebagai berikut:
1. Husy dar dam , “sadar diwaktu bernafas” suatu latihan dimana seseorang harus menjaga diri dari kekhilafan dan kealpaan ketika keluar masuk nafas, supaya hati selalu merasakan kehadiran Allah. Hal ini dikarenaka setiap keluar masuk nafas yang hadir beserta Allah, memberikan kekuatan spiritual dan membawa orang lebih dekat kepada Allah. karena kalau orang lupa dan kurang perhatian berarti kematian spiritual dan mengakibatkan orang akan jauh dari Allah.
2. Nadzar bar qadam, “menjaga langkah” seorang murid yang sedang menjalani
khalwat suluk , bila berjalan harus menundukkan kepala, melihat ke arah kaki. Dan apabila duduk, tidak memandang ke kiri atau ke kanan. Sebab memandang kepada keaneka ragaman ukiran dan warna dapat melalaikan orang lain dari mengingat Allah, selain itu juga supaya tujuan-tujuan yang (rohaninya) tidak dikacaukan oleh segala hal yang berada di sekelilingnya yang tidak relevan.
3. Safar dar wathan , “ melakukan perjalanannya di tanah kelahiran”, maknanya adalah melakukan perjalanan batin dengan meninggalkan segala bentuk ketidaksempurnaannya sebagai manusia menuju kesadaran akibat hakikatnya sebagai makhluk yang mulia. Atau maknanya adalah berpindah dari sifat-sifat manusia yang rendah kepada sifat-sifat malaikat yang terpuji.
4. Khalwat dar anjuman,” sepi di tengah keramaian”, khalwat bermakna menyepinya seorang murid, sementara anjuman dapat berarti perkumpulan tertentu. Berkhalwat terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. a. Khalwat lahir, yaitu orang yang bersuluk mengasingkan diri ke sebuah tempat tersisih dari masyarakat.
2. b. Khalwat batin, yaitu mata hati menyaksikan rahasia kebesaran Allah dalam pergaulan sesame makhluk.
5. Yad krad, ”ingat atau menyebut” ialah berdzikir terus-menerus mengingat Allah, baik zikir ism al-dzat (menyebut Allah), maupun dzikir naïf itsbat (menyebut La ila>ha Illa> Allah ). bagi kaum Naqsabandiyah zikir itu tidak terbatas dilakukan secara berjamaah ataupun sendirian sesudah shalat, tetapi terus-menerus supaya di dalam hati bersemayam kesadaran akan Allah yang permanen.
6. Ba>z Ghust, “ kembali “, memperbaharui”. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan hati agar tidak condong kepada hal-hal yang menyimpang. Sesudah menghela nafas, orang yang berzikir itu kembali bermunajat dengan mengucapkan kalimat yang mulia ilahi> anta maqshudi> wa ridhaka mathlubi>. ( ya tuhanku, engkaulah tempatku memohon dan keridhaanMu lah yang ku harapkan). Sewaktu mengucapkan zikir, makna dari kalimat ini harus selalu berada di hati seseorang, untuk mengarahkan perasaannya yang paling halus kepada Allah semata.
7. Niga>h Dasyt, ” waspada”. Ialah setiap murid harus menjaga hati, pikiran, dan perasaan dari sesuatu walapun sekejap seketika melakukan zikir tauhid. Hal ini bertujuan untuk mencegah agar pikiran dan perasaan tidak menyimpang dari kesadaran yang tetap akan Tuhan, dan untuk memelihara pikiran dari perilaku agar sesuai dengan makna dzikir tersebut.
8. Ya>d dasyt, ”mengingat kembali” adalah tawajuh (menghadapkan diri) kepada nur dzat Allah, tanpa kata-kata. Pada hakikatnya menghadapkan diri dan mencurahkan perhatian kepada nur dzat Allah tiada lurus, kecuali sesudah Jana>’ (hilang kesadaran) yang sempurna. Tampaknya hal ini semula dikaitkan pada pengalaman langsung kesatuan dengan yang ada (wahdat al-wujud) .
Dzikir
Titik berat amalan penganut Tarekat Naqsandiyah adalah zikir. Zikir adalah berulang-ulang menyebut nama Allah atau menyatakan kalimat La ila>ha Illa> Allah dengan tujuan untuk mencapai kesadaran akan Allah. para penganut Naqsabandiyah lebih sering melakukan zikir sendiri, tetapi bagi mereka yang tempat tinggalnya berdekatan dengan syaikh cenderung iktu serta secara teratur dalam pertemuan dimana majlis zikir dilakukan. Tarekat Naqsabandiyah mempunyai dua macam zikir, yaitu:
1. Zikir Ism al-dzat , artinya mengingat nama yang Haqiqi dengan mengucapkan nama Allah berulang-ulang dalam hati, ribuan kali sambil memusatkan perhatian kepada Allah.
2. Zikir tauhid, artinya mengingat keesaan. Zikir ini terdiri atas bacaan perlahan diiringi dengan pengaturan nafas, kalimat La ila>ha Illa> Allah, yang dibayangkan seperti menggambar jalan (garis) memalui tubuh. Caranya, pertama bunyi La > digambar dari daerah pusar terus ke atas sampai ke ubun-ubun, kedua.
Bunyi ila>ha turun ke kanan dan berhenti di ujung bahu kanan, ketiga, kata berikutnya illa > dimulai dan turun melewati bidang dada sampai ke jantung, dan ke arah jantung inilah kata terakhir Allah dihujamkan sekuat tenaga. Orang yang sedang berzikir membayangkan jantung itu berdenyutkan nama Allah, dan memusnahkan segala kotoran.
Sebagian ulama menyatakan bahwa zikir anggota tubuh (jawarih ) adalah:
1. Zikir mata dengan menangis
2. Zikir telingan dengan mendengar yang baik-baik
3. Zikir lidah dengan memuji Allah
4. Zikir tangan dengan member sedekah
5. Zikir badan dengan menunaikan kewajiban
6. Zikir hati dengan takut dan mengharap
7. Zikir roh dengan penyerahan diri kepada Allah
Terdapat 7 tingkatan zikir dalam Tarekat Naqsabandiyah:
1. Mukasyafah, mula-mula zikir dengan menyebut Nama Allah dalam hati sebanyak 5000 kali sehari semalam. Setelah melaporkan perasaan selama berzikir, maka syaikh menaikkan zikirnya menjadi 6000 kali sehari semalam.
2. Latha>if, setelah melaporkan perasaan yang dialami dalam berzikir itu, maka atas penilikan syaikh, dinaikkan zikirnya menjadi 7000. Dan demikianlah seterusnya menjadi 8000, 9000, 10.000 kali sehari semalam. Zikir tersebut dinamakan latha>if sebagai maqam kedua.
Maqam lathi>fah-lathi>fah juga terbagi menjadi 7 macam, yaitu:
1. Lathi>fah al-Qalbi >, zikir sebanyak 5000 kali ditempatkan dibawah dada sebelah kiri dan kurang lebih dua jari dari rusuk.
2. Lathi>fah al-Ru>h}, zikir sebanyak 1000 kali di bawah dada kanan, kurang lebih dua jari ke arah dada.
3. Lathi>fah al-Sirr (1000 kali) dua jari diatas dada
4. Lathi>fah al-Khofi (1000 kali) diatas dada kanan
5. Lathi>fah al-Akhfa (1000 kali) di tengah-tengah dada
6. Lathi>fah al-Nafsi al-Nathiqah (1000 kali) diatas kening
7. Lathi>fah al-Kull al-Jasad (1000 kali) diseluruh tubuh
8. 3. Nafi Itsbat, 11.000 kali dengan membaca La ila>ha Illa> Allah
9. 4. Wuquf qalbi
10. 5. Ahadiah
11. 6. Ma’iah
12. 7. Tahlil

Foto Alhikmah.

Telusuri Tentang Blog Disini