Translate

Sabtu, 26 Agustus 2017

Mengenal Ilmu spiritual Tujuh Makam Zhikir

* 7 MAKAM DZIKIR
Foto Alhikmah.
1. LATIFAH AL-QALB.
Nafsu yang ada padanya adalah ; nafsu
AL-LAUMU : Mencaci,
Al-HAWA. : keinginan,
AL-MAKR : Berbuat keonaran
AL-'UJB. : Ujub,
AL-GIBAH : menceritakan kejelekan orang lain,
AR-RIYA. : beramal ingin kelihatan,
AD-DZULM : Aniaya
AL-KIZB : Dusta,
AL-GAFLAH : lupa.
2. LATIFAH AR-RUH
nafsu bersarang padanya adalah nafsu AL-MULHIMAH, nafsu yg mengiringinya adalah :
AS-SAKHAWAH : sifat dermawan,
AL-QONA'AH : merasa puas dg pa yg ada,
AL-HILM : murah hati
AT-TAWADHU : rendah hati
AT-TAUBAH : kembali pd Tuhan,
AS-SABR: sabar
AT-TAHAMMULU : Menahan diri.
3. LATIFAH AS-SIRR
nafsu yg ada padanya adalah nafsu AL-MUTHMAINAH, pasukannya :
AL-JUD : suka berbagi
AT-TAWAKAL : berserah diri pada Alloh,
AL-IBADAHAS-SYUKR : berterima kasih
AR-RIDHA : rela terhadap ketentuan Tuhan
AL-KHOSYAH : takut melawan larangan Alloh,
4. LATIFAH AL-KHAFI
nafsu yang bertempat padanya adalah nafsu AL-MARDIYAH, pasukannya :
KHUSN AL-KHULQ : sikap yang baik
TARKU MA SIWALLAH : meninggalkan segala sesuatu selain Alloh,
AL-LUTFBI AL-KHALQ : lemah lembut kepada makhluk,
AL-HAML 'ALA S-SALAH : senantiasa mengajak kepada kemaslahatan,
AS-SAFH'AN DZUNUB AL-GAIR : memaafkan terhadap kesalahan orang lain,
AL-MAIL BI AL-KHALQ : simpatik kepada sesama makhluk,
AL-HUB ILA AL-KHALQ : Cinta kepada makhluk.
5. LATIFAH AL-AKHFA
Nafsu yg ada padanya adalah nafsu
AL KAMILAH
'ILM AL-YAQIN'
AIN AL-YAQIN
HAQ AL-YAQIN
6. LATIFAH AN-NAFSI
nafsu yg ada padanya adalah nafsu AL-AMARAH, pasukannya
AL-BUKHL : kikir,
AL-HIRS : tamak/loba
AL-HASAD : Dengki
AL-JAHL : bodoh
AL-KIBR : sombong
AS-SYAKHAWAH : nafsu biologis,
AL-GADAB : marah
7. LATIFAH AL-QOLAB
nafsu yg bertempat padanya adlh nafsu RODIYAH, pasukannya
AL-KARAM : Mulia
AZ-ZUHD : meninggalkan kemewahan
AL-IKHLAS
AL-WARA' : bersikap hati hati
AR-RIYADOH : berlatih ruhani
AL-WAFA : menepati janji.
Dalam proses mensucikan diri dan mengembalikan rahasia kepada Tuan Empunya Rahasia, maka manusia itu semestinya meningkatkan kesuciannya sampai kepada peringkat asal kejadian rahasia Allah Ta'ala.
Manusia ini sebenarnya mesti menjelajahi dan melalui dari Alam Insan pada nafsu amarah ke Martabat Zat yaitu nafsu Kamaliah yaitu makam "Izzatul-Ahdah".
Lantaran itulah tugas manusia semestinya mengenal hakikat diri ini, lalu balik untuk mengembalikan amanah Allah S.W.T. tersebut sebagaimana awal mula proses penerimaan amanahnya pada kejadian awalnya.
Sesungguhnya Allah dalam mengenalkan diriNya melalui lidah dan hati manusia, maka Dia telah mentajallikan DiriNya menjadi rahasia kepada diri manusia. Sebagaimana dikatakan dalam hadis Qudsi;
"AL INSANUL SIRRUHU WA ANA SIRRUHU"
Maksudnya; "Manusia itu adalah rahasiaKu dan aku adalah rahasia manusia itu sendiri".
Wa Allahu a'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Telusuri Tentang Blog Disini