"Manaqib Sayyidina Syeikh 'Abdul Qodir al Jailani ra"
***UJIAN SYEIKH AHMAD AD DABBAS TERHADAP SYEIKH ABDUL QODIR AL JAILANI RA.
***SAYYIDINA SYEIKH ABDUL QODIR MENGHIDUPKAN KEMBALI AYAM YANG SUDAH MATI.
* Manqobah ke 53 : Diriwayatkan bahwa Syeikh Ahmad Ad Dabbas semasa masih muda, sering Ia mendengar orang-orang menyebut nama Sayyidina Syeikh 'Abdul Qodir al Jailani ra, maka Ia berkata, "Aku pernah melihat diatas kepala Syeikh 'Abdul Qodir ada dua bendera kewalian yang berdiri tegak dari dasar bumi yang paling bawah hingga ke alam Malakut yang paling tinggi, aku dengar suara penyeru mengatakan bahwa Syeikh 'Abdul Qodir al Jailani termasuk kelompok para siddiq".
Diriwayatkan juga bahwa pada suatu hari Sayyidina Syeikh 'Abdul Qodir al Jailani mendatangi Syeikh Hammad ketika masih muda. Syeikh Hammad berdiri dan menyambutnya dengan penuh hormat seraya berkata, "Selamat datang wahai gunung yang kokoh dan pasak yang canggih, engkau dapat digerakkan oleh apapun". Kemudian Ia mempersilahkan Syeikh 'Abdul Qodir duduk disisinya. Tanya Syeikh Hammad, "Apa perbedaan hadits dengan Firman ?".
Setelah Syeikh 'Abdul Qodir al Jailani menjawab pertanyaannya, lalu Syeikh Hammad berkata, "Sesungguhnya engkau adalah tokoh para Arif billah dimasamu ini".
* Manqobah ke 54 : Diriwayatkan bahwa ada seorang wanita datang ketempat Sayyidina Syeikh 'Abdul Qodir al Jailani ra bersama putranya. Ia berkata, "Wahai Syeikh 'Abdul Qodir, aku berkenan menyerahkan putraku ini kepadamu, agar engkau mendidiknya sampai menjadi orang yang sepertimu". Maka ia mendudukkannya ditempat khalwat.
Setelah beberapa waktu, sang Ibu menjenguk anaknya. Tetapi Ia terkejut melihat tubuh anaknya kurus dan lemah, dan disampingnya ada pecahan roti-roti kering. Maka sang Ibu mendatangi Syeikh 'Abdul Qodir ditempatnya, dan Ia menjadi heran bukan kepalang, karena Syeikh 'Abdul Qodir sedang makan daging ayam.
Sang Ibu berkata, "Wahai Syeikh 'Abdul Qodir, mengapa engkau makan daging ayam, sedangkan putraku hanya makan roti kering
hingga tubuhnya menjadi kurus dan lemah ?".
hingga tubuhnya menjadi kurus dan lemah ?".
Sayyidina Syeikh 'Abdul Qodir al Jailani ra tidak menjawab pertanyaan wanita itu. Beliau ra terus saja mengumpulkan tulang- belulang ayam itu lalu berkata, "Wahai ayam, bangkitlah engkau kembali dengan Ijin Allah". maka atas ijin Allah tulang-belulang itu bangkit menjadi ayam hidup kembali.
Syeikh 'Abdul Qodir berkata, "Aku ingin mendidik putramu sampai mencapai kedudukan seperti aku. Kalau ia telah mencapai kedudukan seperti aku, maka boleh apa saja yang ia inginkan".
Maka kata sang Ibu kemudian, "Kini aku tidak peduli lagi tentang anakku, dan aku menyerahkan urusannya kepadamu".
*********************
*********************
*** Khusushon ilaa hadrotii sulthonil 'auliya' al quthbur rubbanii wal haikalis shomadanii sayyidina Syeikh 'Abdul Qodir al Jailani rodliyallaahu anhu, wa 'alaa alihii, wa ahli baitihii, wa Furu'ihii
Al Fatihah .......................
Al Fatihah .......................
--------------------------------------------------------------------------
"ALLOOHUMMANSYUR NAFAHAATIR RIDLWAANI 'ALAIHI, WA AMIDDANAA BIL ASROORIL LATHII AUDA' TAHAA LADAIHI"
(Yaa Allah, hamparkanlah bau harum keridloanMU kepada Kanjeng Syeikh, dan anugerahkanlah kepada kami berkah rahasia kewalian yang Engkau titipkan kepada Kanjeng Syeikh).
"ALLOOHUMMANSYUR NAFAHAATIR RIDLWAANI 'ALAIHI, WA AMIDDANAA BIL ASROORIL LATHII AUDA' TAHAA LADAIHI"
(Yaa Allah, hamparkanlah bau harum keridloanMU kepada Kanjeng Syeikh, dan anugerahkanlah kepada kami berkah rahasia kewalian yang Engkau titipkan kepada Kanjeng Syeikh).
-------------------------------
Referensi
1. Kitab "Tafrihul Khaathiir"
2. Kitab "Jami' Keramat al 'Auliya'
3. Kitab "Dararul Jawahir"
4. Kitab "Tuhfatus Sairi"
5. Kitab "Bahjatul Asrar"
6. Kalam para Sufi
Referensi
1. Kitab "Tafrihul Khaathiir"
2. Kitab "Jami' Keramat al 'Auliya'
3. Kitab "Dararul Jawahir"
4. Kitab "Tuhfatus Sairi"
5. Kitab "Bahjatul Asrar"
6. Kalam para Sufi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar